BI, Tahun 2024 Targetkan 90 Persen UMKM Membaik

BI, Tahun 2024 Targetkan 90 Persen UMKM Membaik
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Bank Indonesia (BI) akan menargetkan pertumbuhan 90 persen tahun 2024 UMKM tumbuh di Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini merupakan tantangan berat Bank Indonesia (BI) di tengah masa pandemi Vovid-19 dalam pemenuhan keuangan inklusif.

“Targetnya tahun 2024 di Indonesia mencapai 90 persen secara umum Sumut yang pada saat sekarang masih 70 persen”, sebut Deputi Direktur Bank Indonesia
wilayah Sumut Poltak Sitanggang melalui zoom meeting, Jumat (8/4/2022).

“Memulihkan Bisnis UMKM pasca pandemi Covid-19, yang di laksanakan Bank Indinesia tersebut atas kerjasama Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Sumut di Hotel Santika Dyandra Medan.

Selain itu, lanjut Poltak, sebagai pembicara CEO Go-Klik Fiter Bagus Cahyono juga hadir Direktur BI Sumut Azka Subhan serta Ketua Kagama Bantuan Hukum Sumut Romulo Silaen.

“Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumut terus mendorong terciptanya keuangan inklusif secara khusus bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pasca pandemi,” ucapnya

Kemudian Poltak menyampaikan, bahwa keuangan inklusif tersebut yakni bagimana cara memperluas akses keuangan yang berkualitas secara sustainable (berkesinambungan).

Akses keuangan inklusif menurut Poltak, masih terkonsentrasi di Jawa serta Sumatera. Jadi pengembangan keuangan inklusif perlu disebarkan ke seluruh daerah di Indonesia. Peluncuran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga meruoakan salah satu upaya peningkatan keuangan inklusif, khususnya kepada UMKM.

Artinya, pelaku UMKM seperti penjual gorengan melaksanakan transaksi dengan menggunakan QRIS. Merchant maupun konsumen yang memakai QRIS sudah tentu memanfaatkan perbankan.

“Jadi kalau masyarakat sudah memakai QRIS berarti inklusi keuangan sudah berjalan bagus,” terang Poltak.

Sementara untuk target penggunaan QRIS tahun ini sebanyak 15 juta merchant. Tahun sebelum telah terealisasi sesuai target yakni 12 juta merchant QRIS.

Masyarakat yang ingin bertransaksi dengan QRIS memiliki dana digital seperti OVO, GoPay, LinkAja yang termasuk dalamnya Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

“Semua ini diawasi oleh Bank Indonesia,” imbuhnya.

CEO Go-Klik Fiter Bagus Cahyono mengatakan era digitalisasi sekarang harus dimanfaatkan oleh UMKM untuk menerobos pasar yang sangat merekah, kuat dan besar tersebut.

Sedangakan Fiter mengatakan, tahun 2021 transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp403 triliun, pertumbuhan sangat signifikan dibanding tahun lalu. Sampai tahun 2024, pertumbuhannya masih double digit. Potensi e-commerce juga dan tak ada masalah dengan kemampuan pembeli. Bahkan 27 persen UMKM di Indonesia menikmati gurih dan geliatnya pasar digital. “Market ekonomi digital sangat menarik”.

Cuma ia menyayangkan produk yang dijual melalui e-commerce itu, 90 persen masih produk impor. Untuk itu ia minta UMKM tidak boleh tergantung penjualannya melalui e-commerce. “Tapi jual sendiri melalui online melalui WA, FB maupun media sosial lainnya,” tuturnya lagi.

Untuk jualan online harus ada riset, turun ke pelanggan, dimana pelanggan tersebut kebanyakan berada apakah di FB atau media sosial (medsos) lainnya. Kita harus melihat customernya seperti apa.

Sebab UMKM tidak berhasil biasanya karena konsumen tidak membutuhkan barang tersebut atau iklan digitalnya tak sampai ke mereka.

Inti teknologi ada di user atau penggunanya,” terang Fiter. Ia menyebut UMKM Indonesia adalah target utama Go-Klik. “Platform Go-Klik untuk membantu melakukan penjualan langsung,”katanya mengakhiri. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.