Bukhori : Label Halal Yang Baru Tidak Cukup Memberi Kejelasan Halal

Bukhori : Label Halal Yang Baru Tidak Cukup Memberi Kejelasan Halal
Bagikan

METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama (BPJPH Kemenag) menetapkan Label Halal baru.

Penetapan label halal tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor: 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal. Menyoroti hal ini, Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori menilai label halal yang baru memiliki beberapa kelemahan yang tidak cukup memberikan, kejelasan halal bagi konsumen umat Islam sehingga akan membingungkan konsumen.

“Kendati otoritas penerbit sertifikat halal di setiap negara di dunia memiliki karakteristiknya masing-masing, khususnya pada bagian label, namun ada ciri khas yang sama antara satu dengan yang lainnya, yakni penekanan pada unsur islami yang tercermin dari penggunaan kaligrafi ‘halal’,” jelas Bukhori (foto) dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria, Senin (14/3/2022).

Bukhori menilai tingkat keterbacaan kaligrafi ‘halal’ pada label halal yang baru sulit dikenali, padahal elemen kaligrafi halal merupakan elemen yang paling signifikan untuk diperhatikan, agar mempermudah konsumen mengidentifikasi produk halal dengan cepat. Mayoritas label halal di dunia juga menggunakan kaligrafi dengan 80 persen menggunakan ornamen berbentuk melingkar, yang memiliki filosofi siklus hidup manusia.

Legislator dapil Jawa Tengah 1 ini juga menambahkan, jika ciri khas tersebut memiliki semacam kesatuan tema label harga di seluruh dunia, agar produk halal mudah dikenali oleh umat Islam di seluruh dunia yang melakukan mobilitas lintas negara. “Esensi dari label adalah menyederhanakan. Idealnya, maksimal dalam dua detik konsumen sudah dapat mengidentifikasi produk tersebut,” tuturnya.

Penggantian warna ungu yang digunakan pada label halal yang baru pun tidak relevan dengan unsur keislaman. “Pasalnya, mayoritas label halal di berbagai negara di dunia menggunakan unsur hijau, sebagai salah satu paduan warnanya. Sebab, warna hijau identik dengan identitas Islam dan muslim,” terang Anggota Fraksi PKS DPR RI ini.

Terakhir, Bukhori juga menilai motif label harga yang mirip gunungan wayang menimbulkan kesan, etnosentris dan tidak merepresentasikan identitas keindonesiaan dan membuat kaligrafi halal sulit dibaca. “Di beberapa negara seperti Australia, Bangladesh, Jepang, Selandia Baru, dan Mexico dalam label halalnya menyisipkan unsur peta negaranya, sebagai penegasan kekhasan atau identitas bangsanya tanpa mengaburkan kaligrafi “halal” yang merupakan elemen penting dalam label,” tegas Bukhori.(MR/Rahmad).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.