Surat Edaran Yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Aceh Timur Diduga sudah Membohongi Publik

Surat Edaran Yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Aceh Timur Diduga sudah Membohongi Publik
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ACEH TIMUR – Gerakan Pejuang Keadilan Masyarakat Aceh Timur kembali mendatangi Gedung DPRK Aceh Timur untuk mempertanyakan sejauh mana tanggapan atas tuntutan yang kami minta, dan ingin mempertanyakan kepada Kepala Dinas pendidikan Aceh Timur, apa yang kami sampaikan adalah tidak benar, yang di Fasilitasi oleh DPRK Aceh Timur.

Reza Nuarif selaku Koordinator Aksi menjelaskan, “kami hadir ke gedung DPRK Aceh Timur bukan tanpa alasan, kami hadir ingin mempertanyakan sejauh mana sudah tuntutan kami di tindak lanjuti, dan ingin membuktikan kepada kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur bahwasanya apa yang kami sampaikan itu benar terjadi.”

“Kami sangat kecewa dengan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan yang mengatakan apa yang kami sampaikan tidaklah benar, hari ini saya membawa wali murid untuk menyampaikan langsung ke kepala Dinas pendidikan, akan tetapi kepala Dinas Pendidikan tidak hadir, disebabkan ada beberapa faktor, jadi yang datang perwakilan dari Dinas Pendidikan saja” lanjut Reza

Ada juga wali murid yang mempertanyakan di antara nya
“Kenapa anak saya tidak bisa sekolah hanya karena tidak di vaksin?”
“Anak saya kenapa gak dikasih rapor?”
“Anak saya jadi takut kesekolah karena sering diminta surat vaksin”
Begitu lah beberapa pertanyaan wali murid ke Dinas Pendidikan.

Yahya Boh Kaye selaku DPRK dari Fraksi Partai Aceh menegaskan ” Masyarakat datang kemari bukan menolak Vaksin akan tetapi menolak pemaksaan vaksin yang dilakukan di sekolah, bukan mendengar cerita dan terobosan yang dilakukan oleh dinas pendidikan, tetapi masyarakat perlu tau sejauh mana Dinas pendidikan bertanggung jawab atas surat edaran yang dikeluarkan” ujar yahya.
Salah satu perwakilan dari Dinas Pendidikan Aceh Timur menyampaikan” tidak ada paksaan untuk melakukan vaksinasi untuk siswa/siswi di sekolah, yang mau vaksin silahkan di vaksin yang tidak mau tidak di paksa, dan hak siswa harus tetap di serahkan”

“Perwakilan Dinas Pendidikan juga menjelaskan beberapa poin surat edaran dari Dinas Pendidikan akan tetapi surat edaran tersebut belum diketahui oleh DPRK Aceh Timur, sangat disayang kan surat edaran yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan bisa kecolongan dari DPRK Aceh Timur, maka dari itu surat edaran yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan secara tidak sengaja sudah melukai hati Rakyat Aceh Timur.” ujar Reza.(MR/IW)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.