OJK Minta UMKM Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19

OJK Minta UMKM Bertahan Dimasa Pandemi Covid-19
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Guna pemulihan perekonomian nasional, Otoritas Jasa Keungan (OJK) berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar mampu bertahan, berkembang, dan bertumbuh di tengah tantangan pandemi berjalan dengan baik.

Pada posisi Desember 2021, sektor perbankan di Sumatera Utara (Sumut) terpantau stabil juga kredit kepada UMKM yang meningkat secara signifikan.

Kepala  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumut), Yusup Ansori, mengatakan stabilitas sektor perbankan hingga akhir 2021 tetap terjaga seiring dengan fungsi intermediasi yang semakin membaik termasuk profil risiko yang terjaga.

Selain itu, juga didukung dengan pulihnya mobilitas serta meningkatnya kegiatan perekonomian atas semakin terkendalinya pandemi Covid-19,” imbuhnya, Kamis (17/2/2022).

Sebelum acara Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah  (TPKAD) Sumut pada tanggal 8 Februari 2022 lalu, Yusup memaparkan di perbankan Sumut terdiri dari 2 bank umum berkantor pusat, 55 bank umum berkantor cabang dan 54 BPR/BPRS di Sumatera Utara, memiliki total aset (set off) sebesar Rp315,80 triliun dengan pertumbuhan 12,47 persen year on year (yoy).

Aset yang terdiri dari Bank Umum sebesar Rp313,54 triliun serta BPR/BPRS sebesar Rp2,26 triliun.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tercapai sebesar Rp295,25 triliun dengan pertumbuhan 12,01 persen yoy. Jenis simpanan bank umum terbesar terdapat pada tabungan sebesar Rp129,29 triliun tumbuh 13,69 persen yoy, diikuti dengan deposito sebesar Rp116,84 triliun yang tumbuh 2,77 persen yoy.  Giro sebesar Rp47,36 triliun yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 37,05 persen yoy.

Yusup menambahkan penyaluran kredit tercapai sebesar Rp212,99 triliun melalui profil risiko yang terjaga. Komposisi kredit didominasi oleh kredit produktif sebesar Rp148,76 triliun atau memiliki porsi 73,35 persen dari kredit total.  Sementara kredit konsumtif tercatat sebesar Rp62,69 triliun dengan porsi 26,44 persen. Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,64 persen mengalami perbaikan dibanding posisi tahun lalu yang tercatat 3,35 persen.

Artinya, sebesar Rp1,67 triliun kredit bermasalah telah menurun sebagai respons dari adanya kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh OJK,” beber Yusup.

Selama tahun 2021, penyaluran kredit bank umum kepada UMKM di Sumatera Utara dengan stabil bertumbuh dan mencapai pertumbuhan sigifinikan di bulan Desember 2021 sebesar 13,20 persen yoy setelah sebelumnya bertumbuh negatif semenjak pandemi di tahun 2020.

Total outstanding kredit disalurkan mencapai Rp65,70 triliun dengan jumlah rekening 977.254, meningkat 22,93 persen dibanding tahun lalu.

“Hal ini untuk mengindikasikan bahwa peningkatan kredit UMKM bukan hanya dari sisi jumlah outstanding, namun juga dari sisi akses keuangan, dimana semakin banyak UMKM yang terjangkau,” pungkas Yusup.

Ia menambahkan bahwa hal ini turut didukung oleh program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama tahun 2021 telah tersalurkan sebesar Rp13,21 triliun kepada 327.861 debitur. “Realisasi ini meningkat signifikan 62,71 persen dibanding tahun lalu,” kata Yusup. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.