Kisruh Dualisme Kepengurusan, PC Al Washliyah Belawan: Kita Ingin Alwasliyah untuk kembali kepada umat
METRORAKYAT.COM, BELAWAN – Persoalan perebutan jabatan atau perseteruan organisasi dimana ada dua versi kepengurusan, yakni satu kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Al Washliyah versi PN Medan, dan pengurus yang sah di SK kan oleh Pengurus Daerah (PD) Alwasliyah Kota Medan, Minggu (13/02/2022).
Menurut Yuda selaku Wakil Bendahara PC Al Washliyah Medan Belawan, Ketua PC Al Washliyah Medan Belawan Ustad Asnawi Jamaluddin adalah ketua sah yang memiliki surat keputusan (SK) dari PD Al Washliyah Kota Medan.
“Ustad Asnawi adalah ketua sah PC Al Washliyah Medan Belawan berdasarkan SK PD Al Washliyah Kota Medan dan itu telah diakui oleh Ketua PW Al Washliyah Sumut,” ungkap Yuda kepada wartawan.
Sementara Ketua PC Al Washliyah Medan Belawan versi Pengadilan Negeri (PN) Medan Sutiono tetap bersikeras dialah menjadi Ketua PC Al Washliyah Medan Belawan yang resmi.
“Pak Sutiono bersikukuh menjadi Ketua PC Al Washliyah Medan Belawan yang sah dan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Katanya mau menjabat 3 periode. Terakhir 2000 siswa jadi korbannya,” kata Yuda.
“Dalam persoalan ini, pihak Ustad Asnawi mempunyai legal standing yang jelas. Sehingga secara organisasi, Ketua PC Al Washliyah Medan Belawan Ustad Asnawi adalah pihak yang sah. Memang benar kami punya legal bukan cari cari pembenaran, kalau mereka mengatasnamakan pimpinan cabang versi pengadilan apa bisa?” tutur Yuda kembali.
Diketahui sampai saat ini pihak Sutiono tetap ngotot berdiri pada posisi yang benar dan diduga berupaya menguasai seluruh aset PC Al Washliyah Belawan.
Mereka mengatasnamakan untuk PC AW kepengurusan Pengadilan, kepengurusan Pengadilan tersebut pun belum selesai masih di posisi di Mahkamah Agung, dalam proses Kasasi, dan belum ada keputusan sampai sekarang, mereka tetap ngotot, jadi pihak Sutiono tidak terima dan menggugat,
“Terlepas dari itu Ustadz Asnawi (SK sah) mencoba meluruskan sesuai aturan organisasi yang baik dan benar, tapi mereka tidak mengindahkan malah mengambil tindakan yang tidak baik, misalnya, Ada gedung kita di Jalan Beliton yang alas haknya diragukan kebenarannya. Penggunaan gedung yaitu bagian IPA menggunakan giat LKD itu tidak diizinkan, akhirnya kita mengalah dan pinjam gedung orang lain, dan yang tak bisa diterima akal adalah menutup sekolah serta memecat para guru semena mena, salah satunya Ustad HM Nur Wahbi yang 34 tahun mengajar di Al Washliyah,” ucap Yuda lagi.
“Diberi surat pemberhentian sementara, kita bingung, makanya kita gugat ke Pengadilan dan kita sudah menangkan itu, dan juga Zulkifli juga dipecat, ini ada surat pemecatannya” imbuhnya.
Informasinya diduga banyak guru Al Washliyah yang belum menerima gaji karena katanya dana bos tertunda.
“Ini perlakuan yang nyeleneh sehingga macamnya Al Washliyah Belawan milik Sutiono. Padahal Al Washliyah Belawan kepunyaan semua ummat,” jelasnya serta Forum yang hadir Di Ruangan SD Al Washliyah 1/33 Belawan, sekitar Pukul 13.00 WIB sepakat Alwasliyah untuk kembali kepada umat.
Karena perlakuan pihak Sutiono dianggap menyengsarakan masyarakat, pihak Ustad Asnawi lantas melaporkan ke PD Al Washliyah Kota Medan dan Minggu kemarin ke Polres Pelabuhan Belawan.
“Pengurus PC Al Washliyah Belawan telah melaporkan Sutiono yang menutup sekolah dengan alasan sekolah lagi Daring (dalam jaringan),” tambah Yuda.
Senada hal itu Ketua PC Alwasliyah Belawan Drs H Asnawi
Mengatakan pihak kepengurusan PC Alwasliyah Belawan versi PN Medan ingin tiga periode dan mereka laksanakan tiga periode itu. Inilah akar permasalahannya.
“Sesungguhnya masalah organisasi ini ada aturan main, ada anggaran dasar ada anggaran rumah tangga ada peraturan organisasi. Jadi di situ sudah di musyawarah kan tingkat nasional dan itu sudah disepakati oleh seluruh warga Alwasiah ada namanya mukhtamar. Jadi inilah yang mereka tanggapi.” Ujar Asnawi
“Artinya ketentuan kepengurusan itu baik tingkat pusat sampai ke cabang sampai ke ranting itu hanya dua periode. Satu periode itu lima tahun. Jadi hari ini mereka ingin tiga periode dan mereka laksanakan tiga periode itu. Inilah akar permasalahannya.” Ungkap dia
Disinggung sejak kapan sekolah Alwasliyah 05 digembok, ‘Hari selasa semalam mulai digembok mereka karena agaknya mereka ketakutan dengan adanya pelaksanaan tugas kepala sekolah yang sudah dibentuk oleh majelis pendidikan pengurus besar Jakarta.” Ucap Asnawi.
“Harapan kami supaya inilah bisa diselesaikan. Dan mereka seharusnya legowo lah kalau seandainya mereka itu tidak benar. Cobalah mereka banyak banyak istigfar bertobatlah sama Allah.” Harap Ketua PC Alwasliyah Belawan tersebut.
Masih Asnawi, Kepala PD sudah menyerahkan kepada pengurus besar. Mereka sudah tidak sanggup lagi maka diserahkan kepada pengurus besar.
Disinggung lagi masalah tentang Biaya Operasional Sekolah(BOS) ,”Untuk itu mesti diusutlah karena kami tidak tau menau. Selama ini yang kami dengar, dana BOS itu bukan kepala sekolah yang mengeluarkan bahkan ada satu opnum yang mengelola, itu kami harap untuk diperiksa untuk diselidiklah. Karena laporan laporan dana BOS itu tidak ada. Pengurus pun tidak tau penggunaan dana BOS itu. Yang ngambil pun bukan beesangkutan kepala sekolah. Jadi ini perlu juga diselidiki karena demi untuk menegakkan kebenaran. Supaya mereka mereka tau hal hal yang terjadi dalam Alwasiah itu,”pungkas Asnawi.
Tampak hadir Bendahara PC Alwasliyah Belawan Yuda Nugraha ST, Ketua PC Alwasliyah Belawan Drs H Asnawi, Guru Alwasliyah HM Nur Wahbi, Zulkifli, Sekretaris Khairul Azmi, Wakil Ketua Pengurus Gerakan Pengurus Alwasliyah Belawan Riandi Indra SPd, MSi.(MR/red)
