Dampak Penimbunan Lahan Perumahan Poros Residence, Pengguna Jalan Merasa Tidak Nyaman Berkendara
METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Puluhan Lori sedang beraktivitas dilahan pembangunan perumahan Poros Residence, menggunakan jalur jalan poros. Setiap Lori yang mengangkut tanah urug tampak berlomba untuk mengejar trip yang terbanyak, sampai tidak menghiraukan kenyamanan oleh debu tanah urug yang di angkut setiap Lori ke lokasi pembangunan perumahan yang diduga milik Aheng (Pengusaha Toko Bangunan terbesar) di Karimun.
Salah seorang pengendara roda dua yang minta namanya dirahasiakan menulis diakun facebooknya, bahwa yang bersangkutan melihat langsung dua orang pengendara hampir diserempet oleh dum truk pengangkut tanah urug ketika melintas di Jalan Poros, Senin (21/02/2022).
“Tolonglah bagi Lori Kuning yang bawa tanah di sekitar jalan poros tu, hendaknya slow sikit kalau lagi jalan jangan gara-gara kejar target, nyawa orang melayang, dengan tadi sudah dua kali saya melihat hampir nyerempet motor ibu-ibu yang lalu. Semalam sekali. Itu ceritanya kejar target atau mau balapan? Tau kan kalau akhirnya mengakibatkan tidak baik? Apalagi ibu ibu, terkadang grogi, jadi cobalah baik baik kalau dijalan itu,”ujarnya.
Menurut salah seorang warga (MS) yang kerap melintasi jalan tersebut setiap hari, sebaiknya semua Lori pengangkut tanah urug itu menutup dengan terpal, jadi ketika dijalan, todak mengganggu kenyamanan berkendara.
“Sebaiknya tanah didalam Lori harus ditutup pakai tenda, jangan asal ada saja tenda terlihat diatas Lori, namun tidak menutup tanah sesuai dengan ukuran Lori, apa artinya itu?. Harus bisa dipastikan tanah tidak jatuh dijalan yang dapat mengakibatkan kecelakaan pengguna jalan. Dan kalaupun pihak pemilik proyek melakukan penyiraman dibadan jalan, harus dapat dipastikan tanah yang berserak dibadan jalan habis supaya bersih dan tidak licin,”ungkapnya.
Aheng (Pemilik Toko Bali Jaya) ketika dikonfirmasi metrorakyat.com Karimun Selasa (22/02/22) lewat telepon selulernya membenarkan kalau beliau merupakan salah satu pemilik poros residence, namun beliau tidak mengurus tentang kegiatan Lori yang bekerja mengangkut tanah urug kelahan perumahan miliknya.
” Ya, saya pemiliknya dengan teman teman yang bergabung di perusahaan poros residence, namun saya tidak mengurus lori, silahkan hubungi saja edi yang bekerja disitu,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun Afrian ketika di konfirnasi terkait hal itu, belum merespon, dikarenakan telepon selulernya sedang tidak bisa dihubungi.
Sampai berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari dinas tersebut. (MR/Lamhot)
