oleh

Anggota DPRD Sergai Minta Bupati Evaluasi dr.Salomo F. Siahaan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dari Partai Gerindra M.Ilham Ritonga, SE sangat menyayangkan pernyataan dari dr.Salomo Fajar Siahaan Sp.Pk yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di bagian Labotorium RSUD Sultan Sulaiman.

“Kita sangat menyayangkan pernyataan dr.Salomo yang merupakan salah satu ASN di RSUD Sultan Sulaiman itu,” ujar Ilham Ritonga kepada wartawan, Rabu (23/02/2022).

Belum lama ini dia telah menyebar luaskan berita tidak benar tentang pegawai RSUD Sultan Sulaiman 60 persen yang terpapar COVID – 19, tanpa didukung yang benar.

Selanjutnya menghina profesi wartawan dengan perkataan “Wartawan Sergai semua bisa dibayar”.

Hal yang terkait COVID – 19 itu seharusnya disampaikan di dalam forum, dan yang berwenang untuk menyampaikan terkait kasus itu adalah tim Satgas COVID – 19.

Kemudian terkait pernyataan semua wartawan bisa dibayar, itu merupakan suatu statemen yang melecehkan profesi wartawan.

Saya sebagai anggota DPRD Sergai kata Ilham Ritonga, meminta Bupati Sergai untuk mengevaluasi oknum dokter tersebut dengan segera.

“Bekerja saja sesuai tupoksi, hal yang tidak perlu disampaikan jangan disampaikan,” tegas Ilham Ritonga.

Sudah pantas untuk dimutasi oleh Bupati Sergai terhadap ASN yang telah menyampaikan informasi tidak benar dan melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan.

Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Sergai M.Nur menyebutkan, pernyataan dr.Salomo tersebut bisa menimbulkan keresahan dan menyesatkan masyarakat luas.

Menurut M.Nur, perilaku oknum dokter itu tidak hanya menyesatkan, tapi merugikan masyarakat luas dan membuat citra buruk bagi RSUD Sultan Sulaiman.

Padahal kata M.Nur, dr.Salomo itu pendidikan mengambil dokter spesialisnya dibiaya oleh Pemkab Sergai, tetapi kenapa teganya dia itu menyebarkan luas informasi tidak benar. Ini dinilai suatu perbuatan tidak berbudi dan bisa dikatakan tidak sesuai dengan pendidikan tingginya itu.

“Saya kira Bupati Sergai H.Darma Wijaya tidak harus banyak pertimbangan lagi untuk memberikan sanksi tegas kepada seorang dr.Salomo, masih banyak dokter – dokter di luar yang memiliki budi pekerti yang baik dan pendidikan yang bisa diandalkan,” sebutnya.

Jika perilaku dan pernyataan beliau tidak diberikan sanksi lanjut M.Nur, maka akan banyak muncul “Salomo” baru yang akan mengikuti jejaknya dalam perbuatan menyebarkan informasi tidak benar dan menghina profesi wartawan.

“Lebih baik hilang satu ketimbang rusak semuanya,” ucap M.Nur.(MR/tim)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Breaking News