oleh

Sejumlah Wartawan Kecam Pemkab Nias Larangan Meliput Jurnalis SIB

METRORAKYAT.COM, NIAS – Sejumlah wartawan di Gunungsitoli Nias, Jumat (14/1/2022) mengecam Pemerintah Kabupaten Nias atas adanya larangan peliputan terhadap Jurnais Koran SIB, Normalius Gori pada pelantikan Sekda beberapa hari lalu.

Seperti diketahui sebelumnya, Normalius yang hendak meliput pelantikan pada Selasa (7/1/2020) dilarang Kabid Kominfo Nias, Budi Mendrofa dan seorang oknum Satpol PP untuk memasuki ruang pelantikan, sementara beberapa jurnalis lainnya diperbolehkan meliput.

Atas insiden tersebut mendapat perhatian kalangan wartawan di Gunungsitoli Nias. Mereka menyayangkan dan mengeritik itikad Budi dan juga diduga hal itu arahan dari atasan.

Baca Juga:  PGN MoU Joint Project dengan JCCP

“Pemkab Nias seharusnya lebih demokratis da terbuka bermitra dengan wartawan. Larangan meliput merupakan sebuah tidakan tidak terpuji,” jelas Rama Telaumbanua, seorang jurnalis TV swasta. Jurnalis dari bergai media cetak dan online juga menyampaikan kritik yang sama, atara lain, Irwanto Hulu, Yasiduhu Gulo, Suarman Delau, Bothaniman Delau, Noris Situmeang, Riswan Gultom dan belasan wartawan lainnya.

Baca Juga:  Sejumlah Benda Terlarang Masih Ditemukan dalam Razia Insidentil di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar

Mereka juga menjelaskan, Budi dan semua oknum pegawai Pekab Nias yang terlibat dalam pelarangan itu berpotensi terjerat pidana.

“Hal ini merupakan pelanggaran hukum, bisa diuji dengan melaporkan oknum tersebut ke penegak hukum terkait Undang-undang Pers,” jelas mereka.

Suarman menambahkan, jurnalis harus bersatu dan kompak dalam menyikapi persoalan ini. “Kita sama-sama memberi perhatian agar keadilan ditegakkan pada masalah ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Bukhori Kecam Anggota Polri Yang Membanting Seorang Demonstran

Semetara Budi Mendrofa saat di konfirmasi Metrorakayat.com menjelaskan larangan yang dilakukan terhadap Normalius untuk mengantisipasi kerumunan dan yang di perbolehkan masuk itu hanya para tamu undangan. “Soal wartawan lain bisa masuk ke dalam ruangan itu sebagian mewakili dari berbagai undangan seperti RRI. Untuk wartawan yang liputan, baru bisa kita perbolehkan masuk setelah selesai acara pelantikan untuk melakukan konfirmasi atau wawancara,”pungkas Budi Mendrofa.(MR/d1-Red)

Breaking News