Perayaan HUT 103 Tahun Pendaratan Injil Ditanah Wayer Dengan Sub Tema “Wayer Bersyukur dan Bangkit”

Perayaan HUT 103 Tahun Pendaratan Injil Ditanah Wayer Dengan Sub Tema “Wayer Bersyukur dan Bangkit”
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – perayaan HUT 103 tahun pendaratan Injil di tanah Wayer pada 19/01/1919, sebagai bentuk mengucapkan syukur yang dilakukan generasi saat ini atas peristiwa Tuhan yang sangat baik bagi tanah Wayer dengan berlandaskan Sub Tema Wayer Bersyukur dan Bangkit.

Perayaan HUT 103 pendaratan Injil di tanah Wayer bertempat di lingkungan kantor kampung Waigo distrik Wayer kabupaten Sorong Selatan provinsi Papua Barat Rabu (19/ 01/2022 (

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong Selatan Dance Nauw, Sp,M.Si, Ketua Klasis GKI Teminabuan Pdt.Timotius Sagisolo, anggota DPRD kabupaten Sorong Selatan Yuliana Athabu,S.Pd, Sekretaris Pengurus GPI Jalan suci cabang Sorong Selatan Yakob Bosawer,S.Ip, Kepala Distrik Wayer Jhonias Kaisala,S.Sos, Pelayan Firman Pdt.Marthen Thesia dan Intelektual Tanah Wayer.

Robert Wato,ST Bendahara tim pencari fakta saat membacakan selayang pandang bahwa tim pencari fakta telah dibentuk di Gereja GKI Agape Waigo pada tanggal 9 Februari 2022 dengan tujuan menggali sejarah tampak kaki Pendataratan Injil di tanah Wayer adapun beberapa hal yang telah kami laksanakan dari panitia yaitu kerja jangka pendek dan jangka panjang.

Hasil penelusuran sejarah Injil masuk di tanah Wayer oleh panitia tim pencari fakta yaitu awal pendaratan Injil di kampung Bagaraga melalui kapitan sura dari Kampung Baru dan tuan bister dari suku Ambon.

Saat itu semua orang didaerah pesisir membayar pajak di Kampung Baru sehingga perjalanan injil dari Kampung, Kapitan Sura mengantar Tuan guru Pereira dan tuan guru Rumaresi dari kampung baru menuju mogatemin dan langsung diterima oleh nati Moo yang merupakan orang mogatemin.

Lanjut Tuan guru Pereira tetap berada di mugatemin dan nati Moo mengantar Tuan guru Rumaresi menuju Bagaraga melewati jalur darat yang di terima langsung oleh nati Weta tigori dikampung kitanor /Bagaraga pada 19/01/1919.

Sementara itu untuk peristiwa Pendataratan Injil di tanah warongge pada tahun 1922 yang dibawah langsung oleh Guru Injil Isak fati menggunakan kapal layar dan diterima langsung oleh Simbrah maga wororik Setelah tiba isak Pati melakukan pelayanan di warongge dan selanjutnya Dia dipindahkan ke Tehak besar/ kampung fategomi dan alat alat yang dipakai seperti Perahu dll tetap ada.

Dance Nauw, Sp,M.Si dalam sambutannya bahwa parayan HUT 103 Tahun Pendataratan Injil di tanah Wayer dilaksanakan untuk mengingatkan kita agar jangan kita terlena dan lupa karena kita ada di proses pradaban Injil.

Melalui kesempatan ini saya mengajak kita bersyukur dan naikkan pujian kepada Tuhan Sarinah hari ini tanggal 19 Januari 2022 kita sama-sama dapat melaksanakan hut pekabaran Injil masuk di tanah Wayer yang ke 103.

Kita bersyukur kepada orang tua pendahulu yang telah menerima Injil dan tidak terjadi perdebatan sehingga tugas kita menjaga dan hidup untuk terus maju dan senantiasa berpegang pada ajaran Tuhan Yesus karena melalui ajaran Injil kita semua akan diselamatkan.

Kita juga terus menabur kebenaran dan kebaikan Injil agar masa depan tanah ini semakin baik bagaimana semangat para penginjil Otto dan Gesler dan juga semangat pendahulu kita bapak Guru Injil Lukas Rumalesi.

Sementara Arens Howay,SH Selaku Intelektual Wayer dalam sambutannya bahwa perayaan HUT ini sangat terkesan baik karena hari ini kita melaksanakan acara syukuran masih dihadiri oleh pelaku sejarah salah satunya adalah Bapak Hanok Smur dan Martinus Wato dan generasi berikutnya Bpk Wehelmus Wato tentunya ini momentum yang sangat luar biasa dan kita ambil momen hari ini sebagai sejarah penting bagi kita.

Bedasarkan tema dan subtema kita sehingga perayaan HUT pekabaran Injil tanah yang ke-103 tahun ini merupakan tahun kebangkitan bagi orang Wayer dimana tahun ini menjadi tahun untuk orang Wayer akan bangkit.

Tema ini merupakan tema pertama yang akan dipakai mulai dari penelusuran tanpa kaki pendaratan Injil di tanah Wayer sampai dengan lonceng buku.

“Kami juga optimis untuk meluncurkan buku yang tepat sebagai bukti Pendaratan Injil Ditanah Wayer sang seterusnya akan diwarisi oleh anak cucu kami pada perayaan HUT ke 104 pada tahun 2023, sehingga kami mengharapkan dukungan dari pemerintah dan juga Dedominasi Gereja yang ada sehingga proses ini akan di selesaikan secepatnya,”tutup nya. (MR/DESIANUS WATHO).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.