BI Gelaran Presidensi KTT G20 Optimitis Bangkitan Ekonomi RI
METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo merasa optimistis gelaran Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) yang akan digelar di Bali di akhir Oktober 2022 mendatang, merupakan momentum kebangkitan ekonomi yang bermanfaat untuk memajukan Indonesia.
“Oleh karena itu, acara tersebut dapat memperkuat perdagangan hingga memperbaiki iklim investasi di Indonesia,” paparnya dalam Laporan Transparansi serta Akuntabilitas BI 2021 secara virtual, Rabu (26/1/156).
Indonesia dipercaya untuk meneruskan estafet kepemimpinan Presidensi G20 dari Italia. Hal ini merupakan
kali pertamannya Indonesia memegang presidensi G20 yang akan digelar pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.
G20 sebagai salah satu kelompok informal yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa, serta pewakilan dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB).
G20 menjadi forum ekonomi utama dunia yang mewakili sekitar 65 persen penduduk dunia, 79 persen perdagangan dunia l, dan 85 persen perekonomian dunia.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa penyampaian tiga laporan sekaligus pada awal tahun merupakan yang pertama kali dilakukan sebagai wujud nyata komitmen tinggi BI terhadap pasal 58 UU Bank Indonesia.
Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Tahun 2021 yang terdiri dari Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2021, Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI) 2021 dan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) 2021.
“Serta sebagai komitmen dalam melakukan pembaharuan melalui transformasi tata kelola kelembagaan dengan dasar independensi, koordinasi, transparansi dan akuntabilitas,” ucap Perry lagi.
Ditambahkan dia, LPI 2021 menjabarkan pesan kunci terkait gambaran perekonomian, termasuk optimisme tahun 2022, serta berbagai sinergi dan inovasi kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi.
Penguatan dalam LPI 2021 dilakukan dengan menambahkan bab khusus tematik terkait transformasi bauran kebijakan dan akselerasi ekonomi keuangan. (MR/156).

