Setelah Vaksinasi Covid-19, Pengangguran Menurun Sekitar 6,49 %.
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Berdasarkan Catatan Badan Pusat Statistik, bahwa untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) sampai Agustus 2021 mengalami penurunan berada di kisaran 6,49 persen dari tahun sebelumnya berada di angka 7,07 persen.
Sesuai data BPS, penurunan TPT menunjukkan tren serapan tenaga kerja yang mulai membaik seiring dengan vaksinasi pandemi sebagai momentum pemulihan ekonomi nasional.
“Dampak pandemi Covid-19 hingga Agustus 2021 tidak seburuk yang diperkirakan, ke depan tergantung dari kebijakan pemerintah,” beber Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan Nurma Midayanti melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/12/2021).
BPS melaporkan, besaran TPT pada 2019 berada di posisi 5,23 persen. Artinya, tren serapan tenaga kerja hingga akhir tahun ini relatif mendekati situasi normal sebelum pandemi.
Di tambahkan dia lagi, untuk sektor perdagangan dan industri olahan tercatat menyerap sekitar 2,26 juta tenaga selama satu tahun terakhir. Namun, ada penurunan untuk sektor pertanian mencapai 1,1 juta orang.
“Sedangkan sektor jasa lainnya yang mengalami penurunan adalah real estat, transportasi dan pergudangan,” jelas Nurma.
Sebaliknya, lanjut Nurma,, untuk industri pengolahan, perdagangan, akomodasi, jasa dan makan minum mengalami peningkatan selama satu tahun terakhir.
Laporan BPS menunjukkan ada 21,32 juta orang atau 10,32 persen penduduk usia kerja terdampak pandemi Covid-19 hingga Agustus 2021.
Pemerinciannya, pengangguran karena Covid-19 sebanyak 1,82 juta orang, bukan angkatan kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 700.000 orang.
Sementara pengangguran tidak bekerja sebanyak 1,39 juta orang dan penduduk yang mengalami pengurangan jam kerja mencapai 17,41 juta orang.
Sebelumnya, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia melesat ke angka 57,2 pada Oktober 2021 dari bulan sebelumnya 52,2.
“Dengan demikian, dalam dua bulan berturut-turut, PMI manufaktur Indonesia telah meninggalkan zona kontraksi,” pungkasnya.
Data terkini IHS Markit, angka tersebut menunjukkan kepercayaan diri bisnis secara keseluruhan membaik pada Oktober dengan harapan perbaikan terus berlanjut.
Selain itu, IHS Markit juga mencatat tingkat pertumbuhan itu merupakan yang tercepat sejak survei dimulai pada April 2011. (MR/156).
