Kaum Milenial Diajak Promosikan Cagar Budaya Islami di Aceh Utara

Kaum Milenial Diajak Promosikan Cagar Budaya Islami di Aceh Utara
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengajak kalangan milenial ikut mempromosikan cagar budaya Islami di daerah itu dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Kaum milenial ini sangat dekat dengan media sosial dan itu salah satu alat promosi ke dunia bahwa di daerah kita memiliki cagar budaya situs sejarah peradaban Islam nusantara,” kata Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf saat mengunjungi Museum Samudera Pasai di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Selasa.

Menurut Fauzi Yusuf, di Kabupaten Aceh Utara terdapat sebanyak 101 cagar budaya Islami yang dapat dipromosikan ke dunia. Salah satunya yakni Museum Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Islami pertama di nusantara.

“Pemkab Aceh Utara akan fokus mengembangkan museum ini sebagai wisata religi. Pengembangan dilakukan mulai dari segi pembangunan, hingga situs bersejarah yang dimiliki di lokasi bekas peradaban Islam nusantara tersebut,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Fauzi Yusuf, peran kaum milenial sangat mempengaruhi untuk menggaet wisatawan atau pelancong, terutama pelajar untuk dapat mengenal kembali sejarah kerajaan Islam pertama di nusantara.

“Museum yang diresmikan pada tahun 2019 lalu menyimpan berbagai koleksi sejarah Kerajaan Samudera Pasai yang dipajangkan untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” katanya.

Selain mengajak kaum milenial, Fauzi Yusuf juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mengoptimalkan fungsi museum sebagai sebagai edukasi sejarah bagi masyarakat, salah satunya memasukkan sejarah Samudera Pasai ke kurikulum sekolah.

“Ke depan juga harus tingkatkan lagi kunjungan bagi pelajar, mulai dari siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Bahkan kita sudah rencanakan akan memasukkan sejarah Samudera Pasai ke kurikulum sekolah,” sebutnya.

Fauzi Yusuf meminta kepada masyarakat yang memiliki atau menyimpan benda bersejarah agar menyerahkan kepada pihak museum, yang nantinya pemerintah juga akan memberikan pengharapan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara Jamaluddin mengatakan, sejauh ini pihaknya terus melakukan berbagai promosi untuk mengundang wisatawan ke lokasi cagar budaya.

“Pihak Dinas kerap melakukan kegiatan atau event tentang sejarah Samudera Pasai yang bertujuan untuk menarik minat pengunjung,” katanya.

Menurut Jamaluddin, untuk menarik minat milenial terhadap wisata sejarah dan budaya tentunya bukanlah perkara mudah, oleh sebab itu pihaknya melakukan dengan cara menggandeng pihak sekolah untuk pembelajaran di sekolah.

“Banyak sekolah-sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK yang belajar langsung di museum ini. Dengan belajar langsung disini maka lebih mempermudah pelajar untuk memahami sejarah dan budaya Kerajaan Samudera Pasai,” katanya.

Dikatakan Jamaluddin, Pemkab Aceh Utara juga melakukan berbagai kreasi dan inovasi serta berbenah untuk mempromosikan museum dengan berbagai sarana digital dengan kegiatan menarik, sehingga upaya tersebut dapat menggenjot kunjungan wisatawan.

“Museum Samudera Pasai tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal, akan tetapi juga dikunjungi oleh wisatawan mancanegara negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura dan bahkan wisatawan dari Turki,” katanya. (MR/Dedy)

Keterangan foto:
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jamaluddin mengunjungi Museum Samudera Pasai di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (7/12/2021). metrorakyat/Dedy Syahputra

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.