oleh

Tanpa Papan Nama, Diduga Proyek Siluman Untuk Bohongi Masyarakat Pengawas Tutup Mata

METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH Pekerjaan proyek pemasangan batu Kastim Beton ditengah badan jalan berada di jalan Ahmad Yani Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota Kota Langsa, Provinsi Aceh. Tepatnya di depan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN 1) Langsa mulai disoroti oleh warga Kota Langsa.

Pasalnya, Pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir dua minggu ini tanpa papan nama proyek.

Hal itu kemudian mendapat sorotan dari warga Kota Langsa bahwa proyek yang dibangun pemerintah dinilai proyek siluman, sebab sama sekali tidak terpasang papan nama informasi proyeknya saat melaksanakan kegiatan pekerjaan.

“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegas salah satu warga Kota Langsa pada awak media ini, Selasa (16/11/2021) kemarin.

“Semestinya pihak pemborong atau kontraktor seharusnya memasang papan nama proyek supaya di ketahui oleh masyarakat agar tidak bertanya – tanyakan ini proyek apa dan anggaran dari mana?,” ungkap warga Kota Langsa yang minta tidak disebutkan namanya.

Dia sangat menyayangkan seperti pengawas lapangan memonitoring dan menegur rekanan agar memasang papan informasi proyek saat di mulai pekerjaan jangan terkesan tutup mata.

Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” ungkap warga yang mengetahui betul tentang proyek itu.

Menurut pekerja kasar pemasangan batu kastim beton pada jalan tersebut saat di wawancarai oleh media ini mengatakan bahwa kami tidak tau mengenai anggaran, tapi kami di perintahkan untuk kerja saja, kami hanya di bayar upah harian saja dan kamipun bukan orang sini semua pekerja berasal dari Sumatra Utara (Medan),” ucap pekerja.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum juga ada papan nama proyek, Dan Diketahui siapa pemborongnya.(MR/FAHRID)

Breaking News