Potensi Wisata di Batu Limau Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Desa Batu Limau merupakan salah satu desa di Kabupaten Karimun yang memiliki objek wisata sangat luar biasa, dimana desa yang dikelilingi lautan tersebut merupakan salah satu kawasan pemukiman yang banyak memiliki sejarah di zaman penjajahan Belanda.
Kepala Desa Batu Limau Zazali, ketika ditemui dikantornya, Senin (08/11) membenarkan bahwa desa tersebut merupakan suatu desa yang memiliki kawasan wisata, yang sangat berpotensi untuk digunakan menyokong pendapatan daerah di kabupaten Karimun.
Lebih lanjut kepala desa mengatakan, bahwa tahun 2018 pemerintah kabupaten karimun sudah pernah merencanakan akan menganggarkan pembangunan objek wisata tersebut namun sampai saat ini belum terlaksana, akibat refocusing dana untuk penanggulangan Covid 19 di Kabupaten Karimun.
“Dulunya tempat ini sangat banyak dikunjungi oleh tamu dari balai, tanjung batu, bahkan dari batam. Terkadang disini ada yang camping, ada juga merayakan ulang tahun bahkan kegiatan kegiatan lain, namun tempat ini sekarang mulai tidak terawat dikarenakan dana yang tidak cukup, apalagi dari ADD (Alokasi Dana Desa). Dan satu lagi, para nelayan sekarang sudah berlabuh disini, sampan dan jaring juga sudah banyak disimpan diarea ini sehingga kelihatan sedikit kotor, karena mereka menjahit jaring, sudah ditempat ini, andaikan pemerintah kabupaten karimun serius untuk membangun pelabuhan nelayan yang dulunya sudah dilakukan survei oleh dishub karimun, maka kita masih bisa jaga kebersihan objek wisata ini,” ujarnya.
Ketika turun kelokasi wisata, tim metrorakyat.com Karimun, didampingi kepala desa Zazali dan stafnya, menyaksikan bahwa adanya batu berbentuk jenis kelamin pria, dan ketika dimintai apa sejarah dari batu tersebut, pak kades juga tidak tau detailnya.
Terkait potensi wisata tersebut, awak media mencoba lakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun Sensisiana, namun telepon genggamnya sedang diluar jangkauan. (MR/Lamhot)
