Pertamina: Stok BBM di Sumut Langka Karena Terbatas Kuota
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara (Sumut) membuat Pertamina yang pada akhirnya angkat bicara terkait kekosongan BBM di sejumlah wilayah di Sumut selama beberapa hari pekan terakhir.
Kelangkaan disebabkan adanya pembatasan kuota akibat stok BBM saat ini terbatas.
“Minyak ada namun stoknya terbatas, dan kami harus mengatur stok yang ada sampai kapal berikutnya datang,”
jelas General manager PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding C&T Regional Sumbagut Asep Wicakson, Senin (18/10/2021).
Dijelaskan Asep, bahwa keterbatas stok BBM diakibatkan kapal pembawa BBM terhambat sampai di Medan.
Hal ini dikarenakan kondisi yang disebabkan cuaca buruk hingga perjalanan kapal menjadi terhambat.
“Namun kapal yang membawa BBM menurut info yang di dapat mengalami keterlambatan karena faktor cuaca, otomatis penyaluran untuk harian terkurangi. Disisi lain, untuk bahan bakar jenis Pertamax, impor dari Singapura dan Malaysia mengalami antrean skala internasional,” ucapnya
Ditambahkan Asep, ada beberapa kapal pembawa BBM mengalami keterlambatan sudah berlabuh di pelabuhan Belawan. Ke depan, Pertamina akan berusaha meningkatkan proses penyaluran untuk menormalisasi penyaluran BBM ke masyarakat.
“Kami mencoba meningkatkan penyaluran diluar dari kebiasaan, untuk menormalisasi lagi kondisi yang ada di lapangan,” terangnya lagi.
Sedangkan, terkait kondisi biosolar juga mengalami kelanglaan dikarenakan Pertamina hanya bisa menyalurkan sesuai kouta yang ditetapkan BPH Migas. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor kenapa terjadi kelangkaan BBM khususbya biosolar.
“Misal BPH Migas memberikan kuota 100 perhari atau perbulan, ya segitu yang kami salurkan, tapi kalau kebutuhan masyarakatnya 200, kami hanya bisa memberikan 100 karena itu kuota yang diberikan,” pupusnya.
Asep menambahkan bahwa pihaknya berjanji kelangkaan BBM tidak akan terjadi lagi dikemudian hari.
“Kami dari Pertamina meminta maaf kepada masyarakat atas ketidak nyamanan ini, kami janji ini tidak akan terulang lagi,” paparnya. (MR/156)
