oleh

Kemenparekraf Berharap Protokol CHSE Event Menjadi Panduan Untuk Bangkitkan Pariwisata

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) mensosialisasikan Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) Event Protocol (CERPEN) untuk penyelenggaraan acara (event).

Mengingat Wabah Pandemi Covid-19, telah memberikan dampak yang besar terhadap sektor Pariwisata dan Ekraf (Parekraf) dan perekonomian masyarakat. Demikian dikatakan Sekretaris Deputi Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenkraf Eddy Wardoyo dengan narasumber Direktur Toba Caldera World Festival Irwansyah Harahap dan Event Planner Konser Musik Glenn Biondi Hutajulu, Rabu (13/10/2021) di U9 Bar & Lounge, Hotel King’s Palace, Jln. Abdullah Lubis No. 26 Medan.

Panduan CHSE terbentuk, tambah Eddy, dikarenakan banyaknya masukan-masukan dari pihak lain agar event-event di daerah dapat terlaksana dengan memenuhi syarat dan standar baru. Dalam panduan CHSE ada edukasi bagi pelaku event agar event terlaksana dengan baik.

“Dengan diterapkannya CHSE, baik para pengunjung maupun wisatawan akan merasakan nyaman dan aman selama berada di destinasi atau event tersebut, sehingga nantinya juga tidak sampai terjadinya klaster baru atau membawa penyakit Covid 19 ketika pulang”, ujar Eddy Wardoyo.

Disebutkan Eddy, event yang berkualitas akan menarik perhatian dan minat masyarakat untuk hadir sehingga pariwisata mendatangkan banyak manfaat. Sosialisasi ini bertujuan, untuk membangkitkan semangat pelaku event di Indonesia untuk tetap berkreasi di tengah pandemi.

“Kita terus berupaya mendorong agar sektor Parekraf di daerah bisa bangkit lagi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19,” pungkasnya.

Dikatakannya, sosialisasi CHSE tidak hanya berfokus untuk mempersiapkan destinasi event dan pelaku event, dalam memahami protokol kesehatan dan perizinan pelaksanaan kegiatan. Sosialisasi ini juga menargetkan industri kreatif lokal untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan acara seni dan budaya, dengan terus mematuhi prokes.bagi pelaksana event dapat mendownload panduan CHSE di http://chse.kemenparekraf.go.id/

Sementara itu, Irwansyah Harahap Direktur Toba Caldera World Festival mengatakan, di masa pandemi covid-19 ini banyak event yang diselenggarakannya tertunda.

Pelaksanaan event tentunya harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang ketat dan disiplin, oleh seluruh pihak yang terlibat, baik dari penyelenggara maupun pengunjung.

“Di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sekarang ini, segala sesuatu untuk membangkitkan sektor Parekraf, khususnya di Sumatera Utara, harus dipersiapkan kembali. Sosialisasi ini merupakan salah satu langkah persiapan. Mengingat event dan penerapan CHSE memiliki pengaruh yang besar dalam membangkitkan sektor Parekraf,” kata Irwansyah Harahap.

Dirinya mengaku, tahun depan akan kembali melaksanakan event Toba Caldera Escape baik secara luring dan daring dengan menerapkan CHSE bagi semua talent.

Hal senada juga disampaikan Glenn Biondi Hutajulu Event Planner Konser Musik. Setiap pelaksanaan event, dirinya menyebutkan bisa menghadirkan hingga 20 ribu penonton. Namun, dikarenakan pandemi covid-19 dan pemberlakuan PPKM event tersebut tidak dapat terlaksana.

Dirinya berharap, dengan adanya panduan CHSE, dirinya bisa melaksanakan event-event sesuai dengan new normal atau era baru dimasa pandemi Covid19.(MR/red)

Breaking News