BPJS Kesehatan Terus Berinovasi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berinovasi dalam peningkatan layanan kesehatan, tantangan dan harapan di tengah penanggulangan pandemi COVID-19.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti dalam keterangan yang diterima di Lhokseumawe, Sabtu, mengatakan meski pandemi saat ini sudah mulai terkendali, BPJS Kesehatan terus mendorong melakukan inovasi dan simplifikasi layanan tertentu.
“BPJS Kesehatan juga akan mengembangkan sistem pembayaran klaim ke rumah sakit melalui skema uang muka,” katanya.
Ali Ghufron Mukti mengharapkan fasilitas kesehatan dapat lebih leluasa dan lebih optimal untuk memberikan layanan kesehatan yang bermutu.
“BPJS Kesehatan terus melakukan peninjauan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), utilisasi pelayanan kesehatan, dukungan BPJS Kesehatan pada penanganan pandemi di tanah air,” ujarnya.
Ali Ghufron Mukti menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan juga terus meningkatkan kualitas layanan di customer Journey dengan fokus mengurangi antrian dengan inovasi sistem manajemen informasi face recognition melalui teknologi progam komputer yang dirancang mengikuti tindakan dan pola pikir manusia atau artificial intelligence (AI).
“BPJS Kesehatan terus memperluas cakupan kepesertaan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dan alternatif inovasi pendanaan program JKN serta menjaga sustainabilitas program JKN KIS,” sebutnya.
Dikatakannya, pemanfaatan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terus menunjukkan tren kenaikan sejak awal pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
“Sepanjang masa pandemi COVID-19 terjadi, sebanyak 9,3 juta pelayanan telekonsultasi di FKTP. Tuntutan perkembangan teknologi dan era digitalisasi menjadi peluang inovasi bagi BPJS Kesehatan untuk terus memberikan kemudahan, kecepatan dan kelancaran bagi para stakeholder program JKN,”katanya.
Ali Ghufron Mukti juga mengapresiasi peran jurnalis dalam mendukung implementasi program JKN KIS serta bersama-sama dalam penanggulangan COVID-19 dengan memberikan informasi dan masukan konstruktif kepada BPJS Kesehatan untuk menyempurnakan layanan dari waktu ke waktu.
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan David Bangun mengatakan bahwa saat ini pengguna layanan mobile JKN mencapai 14 juta peserta.
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta, David Bangun mengungkapkan, hingga saat ini layanan kepesertaan yang menggunakan Mobile JKN sebanyak 14.023.339 peserta.
“Sementara untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan juga dapat dapat dilakukan di 696.569 titik dan kanal iuran juga bisa melalui bank fintech dan e-commerce,”katanya.
David Bangun menyebutkan bahwa hingga September 2021 total jumlah peserta JKN mencapai 226,6 juta jiwa atau 83 persen dari jumlah penduduk di Indonesia mencapai 272,2 juta jiwa.
Oleh sebab itu, kata David Bangun, BPJS Kesehatan juga melakukan beberapa langkah dalam memberikan pelayanan bagi pesertanya. Kemudian juga lebih mengoptimalkan layanan digital di seluruh titik layanan.
“Hal yang terpenting yakni peningkatan mutu layanan informasi penanganan pengaduan di rumah sakit,” tutup David Bangun. (MR/Putra)
