Terendam Banjir, Petani di Lhokseumawe Terancam Gagal Panen

Bagikan

 

 

 

METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Puluhan hektare sawah di Desa Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe terancam gagal panen akibat banjir. Banjir merendam persawahan di wilayah tersebut setelah hujan deras turun dalam dua hari terakhir.

Tokoh Pemuda Desa Cot Trieng Tgk Mulyadi di Lhokseumawe, Sabtu mengatakan banjir dengan ketinggian 50-70 centimeter mulai merendam tanaman padi petani sejak Jum’at (17/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

“Jika banjir tidak segera surut, maka para petani akan terancam gagal panen atau puso. Apalagi saat ini padi sudah berumur dua hingga tiga bulan dan sebagian petani tinggal menunggu hari untuk panen,” katanya.

Menurut Tgk Mulyadi, banjir tersebut merupakan banjir tahunan yang terjadi ketika musim penghujan tiba lantaran Krueng Cot Trieng tidak mampu menampung debit air banjir kiriman dari sejumlah desa.

“Sekitar 50 hektare lebih sawah petani terendam banjir, penyebabnya karena kondisi tanggul Cot Trieng yang tidak memadai, sehingga saat musim hujan terjadi luapan air yang mengakibatkan banjir.

Tgk Mulyadi menyebutkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintah baik tingkat kecamatan maupun tingkat pemerintah kota terkait kondisi banjir tahunan yang dialami warga Desa Cot Trieng.

“Padahal dari awal kami sudah sampaikan, bahwa tanggul dan pintu air Krueng Cot Trieng harus dipanjangkan agar air tidak meluap saat musim hujan yang mengakibatkan banjir seperti ini,” katanya.

Tgk Mulyadi mengatakan, banjir yang terjadi setiap tahunnya di Desa Cot Trieng menjadi ancaman bagi warga yang harus menanggung resiko kerugian akibat gagal panen.

“Setiap tahun kami mengadu ke pemerintah, tapi tidak ada suatu tindakan atau komitmen untuk menanggulangi persoalan banjir ini,” sebutnya. (MR/Putra)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.