Penularan Virus Corona Menurun, Masyarakat Sumut Berterimakasih Kepada Gubsu dan Pimpinan Kabupaten/Kota dan Seluruh Nakes dan Satgas Covid-19
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Jika dibandingkan ketika awal mulai bergejolaknya wabah Corona Virus Deseases (Covid) pada tahun 2019 lalu, dan di Indonesia khususnya di provinsi Sumatera Utara sempat menjadi sesuatu yang membuat banyak lapisan masyarakat panik dan ketakutan. Namun Tahun 2021, Pandemi Virus Corona 2019 tersebut terlihat semakin menurun tingkat penularannya. Bahkan sudah ada beberapa daerah di Sumatera Utara turun level. Dari level 4 ke level 3 dan dari level 3 turun ke level 2 dan level 1. Artinya, Pemimpin di Indonesia termasuk juga di provinsi Sumatera Utara mampu atau berhasil menurunkan tingkat penyebaran dan penularan virus yang sempat banyak membuat masyarakat panik dan ketakutan.
Keberhasilan tersebut merupakan bentuk kerjasama gubernur Sumatera Utara dan juga para Kepala Daerah se kabupaten/kota termasuk juga Satgas Covid, TNI/POLRI, petugas Nakes dan warga masyarakat yang mau mengikuti aturan protokol kesehatan.
Jika diawal-awal Covid-19, banyak warga yang tidak percaya adanya wabah virus Covid-19 tersebut dan bahkan kurang mengikuti anjuran pemerintah untuk memakai masker, menghindari kerumunan dan mencucui tangan dengan air bersih (3M). Dampaknya, memang saat itu kasus terinveksi virus Covid-19 terus bertambah, penyebarannya bukan lagi hanya dari luar kota saja, namun dari dalam kota dan dari daerah lokal ke penduduk setempat atau sekitar.
Melihat hal itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi selaku ketua tim Satgas Sumut terus melalukan upaya dan pencegahan dari wabah yang telah mendunia ini. Dengan terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, Gubsu dan para pimpinan se Kabupaten/Kota terus melakukan sosilisasi 3M kepada masyarakat dan melakukan upaya penindakan persuasif bagi masyarakat yang diketahui mengindahkan larangan pemerintah terkait Prokes Covid-19.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh Gubsu antara lain melakukan penyekatan di beberaa titik di perbatasan antar kabupaten dan kota, melakukan razia 3M baik di lingkungan, jalan raya, pasar dan tempat-tempat usaha. Selanjutnya melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan membatasi waktu berjualan bagi rumah makan/restoran, mall, dan tempat-tempat lain yang dianggap dapat sebagai pemicu kerumunan.
Pembatasan tersebut memang diakui banyak pihak sangat berdampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Dampaknya tentu terjadinya pengurangan karyawan sementara selama Covid-19. Perusahaan pun tidak mampu beroperasi maksimal disebabkan keterbatasan dari semua sektor. Perdagangan antar kota juga tersendat, transportasi udara, laut dan darat juga dibatasi yang mengakibatkan juga berpengaruh bagi usaha ekspedisi.
Meski berdampak terhadap ekonomi masyarakat, namun pemerintah provinsi Sumatara Utara tetap optimis Pandemi Covid-19 dapat ditekan penurunannya. Asal, masyarakat mendukung dan mengikuti semua aturan Prokes yang ditetapkan oleh pemerintah.
*Melakukan Vaksinasi Covid-19.
Penekanan penyebaran Virus Covid-19 ini juga dilakukan dengan mensosialisasikan penyuntikan vaksin kepada para pekerja pelayanan publik, para lansia, dan selanjutnya kepada masyarakat umum, dan sampai saat ini terus berlanjut bahkan sampai kepada pelajar SMA sederajat.
Langkah penyuntikan Vaksin secara massal ternyata terbukti mampu menekan penyebaran virus Covid-19 di Sumatera Utara sehingga program pemerintah pusat untuk menjadikan sumatera utara Herd Imunnity dapat tercapai sesuai harapan atau minimal 70 persen.
Apalagi pelaksanaan Vaksinasi tersebut dilakukan dengan terukur dan kerjasama pihak TNI/Polri dan Nakes di seluruh provinsi Sumatera Utara. Sampai bulan ini (September 2021) pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 masih terus berlangsung.
Meski Vaksinasi Covid-19 bukanlah obat untuk menghilangkan virus Covid-19 namun paling tidak, ketika tubuh kita terkena virus Covid-19, Immun tubuh sudah mampu melawan virus tersebut sehingga masyarakat yang terpapar Covid-19 lebih mudah untuk disembuhkan.
**Presiden Jokowi Ajak Warga Patuhi Prokes dan Mau di Vaksinasi Door-to-Door di Deliserdang
Upaya Gubsu, Edy Rahmayadi bersama para pemimpin di Kabupaten/Kota ternyata disambt baik oleh Presiden Jokowi. Hal ini terbukti saat kunjungan orang nomor satu di Indonesia ini melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, Kamis (16/9)lalu ke Kabupaten Deliserdang.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal door-to-door (dari pintu ke pintu) di Dusun Amal Bhakti, Desa Emplasmen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang.
Vaksinasi dari pintu ke pintu untuk masyarakat dilakukan untuk memastikan distribusi dan percepatan vaksin berjalan di seluruh provinsi, kabupaten/kota, di tanah air. Demikian dikatakan oleh Presiden Jokowi, di sela-sela peninjauan vaksinasi tersebut.
Pelaksanaan vaksinasi dari rumah ke rumah tersebut, kata Jokowi, merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk mengajak warga ikut vaksinasi, dengan harapan langkah ini akan mempercepat vaksinasi. Dimana sebelumnya telah dilakukan oleh Rumah Sakit, Pemda, TNI/Polri, Puskesmas dan semua pihak.
“Kita ingin menyisir agar seluruh masyarakat mendapatkan vaksin dan kita segera bisa terhindar dari penyebaran Covid-19,” sebut Jokowi.
Vaksinasi dari rumah ke rumah ini juga, tambah Jokowi, akan sangat memudahkan masyarakat untuk mengakses vaksin. Karena tingginya antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin, sehingga pemerintah turun ke dusun-dusun.Dan ini juga akan memberikan perlindungan kepada masyarakat, sehingga nantinya masyarakat segera bisa beraktivitas, secara normal.
Faktor kunci lanjut Presiden, adalah protokol kesehatan (Prokes) serta vaksinasi. Karena itu dirinya mengajak masyarakat untuk terus taat, serta bisa segera menerima vaksin.
“Saya sangat menghargai antusias masyarakat di Deliserdang ini yang ikut vaksinasi door to door, kita harapkan akan mempercepat dan memperbanyak persentase vaksinasi yang ada di provinsi Sumatera Utara,” pungkasnya.
Sementara, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa kunjungan Presiden RI ke Deliserdang merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Pusat kepada daerah dalam rangka memaksimalkan dan mempercepat upaya vaksinasi kepada masyarakat. Selama ini, secara bertahap Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama unsur Forkopimda terus menggelar vaksinasi massal.
Gubsu, edy Rahmayadi juga berterima kasih kepada Presiden RI, Bapak Joko Widodo sudah datang ke Sumatera Utara. Dengan perhatian ini, kita harapkan vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan selama ini, bisa semakin banyak jumlahnya, sesuai target setidaknya 70 % dari jumlah penduduk.
Menurut Gubernur, peninjauan tersebut juga bisa menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat agar mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah dalam menangani pandemi. Dengan begitu, angka penularan dapat terus ditekan serta melahirkan kekebalan kelompok atau herd immunity.
“Yang pasti setelah kita terus berupaya mengatasi pandemi, mari sama-sama kita doakan Sumatera Utara, Indonesia keluar dari kondisi pandemi Covid-19,” pungkas Edy, yang selanjutnya turut bersama rombongan Presiden menuju titik lokasi kunjungan berikutnya, SMKN I Beringin dan Rumah Dinas Gubernur.
Edy Rahmayadi Laporkan Penurunan Kasus Covid-19 Sumut ke Presiden Jokowi
Pada kesempatan itu juga, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melaporkan tren penurunan kasus Covid-19 di Sumut kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi). Penurunan kasus ini dibarengi peningkatan kesembuhan dan tracing.
Dikatakan Edy, kasus positif aktif Sumut berkurang signifikan dalam satu bulan terakhir, setelah sempat menyentuh angka 28.392 di tanggal 15 Agustus 2021. Per tanggal 16 September 2021 kasus aktif di Sumut berada di angka 4.139. Begitu juga dengan tingkat kesembuhan yang mencapai 93,3% dari sebelumnya 62,8%. Bila dibandingkan dengan awal Agustus tepatnya 6 Agustus, kasus harian di Sumut turun secara signifikan. 6 Agustus kasus harian Covid-19 di Sumut menyentuh angka 2.045 kasus dan hingga 16 September turun menjadi 252 kasus.
“Satu bulan terakhir menunjukkan perkembangan yang semakin baik walaupun masih membutuhkan upaya bersama agar segera terkendali,” kata Edy Rahmayadi, saat acara Pengarahan Presiden RI Jokowi kepada Forkopimda se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan.
Selain itu, kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di Sumut juga membaik, turun 67% menjadi 17% dalam satu bulan terakhir. Yang lebih membanggakan tracing di Sumut mencapai 1 banding 14,9, tertinggi di Indonesia berdasarkan asessmen Kementerian Kesehatan RI tanggal 9 September 2021. Walau begitu, Edy Rahmayadi berharap membaiknya kondisi Sumut tidak membuat masyarakat lengah dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes) dan terus memperkuat test, tracing treatment. Dengan cara tersebut menurutnya kasus Covid-19 di Sumut bisa terus terkendali. “Kita tentu tidak boleh lengah seperti yang dikatakan Pak Presiden, butuh konsistensi dan kedisiplinan di sini agar kita bisa mengendalikan Covid-19,” tambah Edy Rahmayadi.
Presiden Ingatkan Pemimpin Kabupaten/Kota se-Sumut
Sementara itu, Presiden RI Jokowi mengingatkan kembali agar pemimpin-pemimpin yang ada di Sumut perlu meningkatkan manajemen lapangan. Jokowi ingin pemimpin daerah aktif melihat langsung kondisi kondisi di lapangan seperti ketersediaan oksigen, obat-obatan, kasus per hari, BOR dan lainnya terkait penanganan covid-19.
“Kita tidak bisa bekerja normal, dua tahun terakhir ini bukan kondisi yang biasa. Manajemen lapangan itu kunci pengendalian penyebaran covid-19. Hati-hati, jangan lengah, kalau lengah kasus kita bisa kembali melonjak,” kata Jokowi, saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda dan kepala daerah se-Sumut secara virtual dari Aula Tengku Rizal Nurdin.(metrorakyat.com)

