Pasokan Melimpah Harga Bahan Pokok di Kabupaten Malang Menurun
METRORALYAT.COM, MALANG – Nerberpa harga bahan pokok di Kabupaten Malang menunjukkan penurunan yanh siknifikan , itu dikarenakan produktivitas lebih tinggi daripada permintaan.
Pernyataan dan Analisa tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto.
“Jika kita melihat keadaan yang stabil seperti ini, itu karena supply dan keluarnya seimbang, begitulah hukum pasar,” ujar Agung ketika dikonfirmasi Rabu (08/09/2021).
Menurut Agung ada beberapa bahan pokok di pasaran yang menunjukkan penurunan cukup signifikan.
“Yang mengalami penurunan harga contohnya daging sapi turun sebesar 0,3 persen yaitu dari Rp. 109.762 menjadi Rp. 109.429, telur turun 0,9 persen dari Rp. 21.214 menjadi Rp. 21.024, cabe merah besar turun 4,07 persen dari Rp.18.714 menjadi 17.952 per kg, bawang merah, tepung dan tomat juga mengalami penurunan yang tak terlalu signifikan,” beber Agung.
“Sementara yang naik harga itu ada gula pasir diharga Rp. 12.071, minyak goreng ada kenaikan sebesar 2,48 persen yaitu dari harga Rp. 14.405 menjadi Rp. 14.762,” jelas Agung.
Berdasarkan hasil survey dilapangan penurunan harga paling signifikan di Kabupaten Malang terjadi pada komoditi cabai rawit.harga cabai rawit turun hingga 59,56 persen dari yang semula Rp 54.762 menjadi Rp 22.143.
Turunnya harga cabai rawit ,menurut Agung karena saat ini sedang musim panen cabai.
“Untuk saat ini tidak ada pergerakan harga yang mencolok semua masih stabil, hanya saja cabe rawit yang harganya sangat turun yakni sebesar 59,56 persen sebab dalam musim panen kan melimpah jumlahnya, dari harga Rp 54.762 sekarang menjadi Rp 22.143,” terang pria berkacamata ini.
Hasil pengamatan Agung bahwa beberapa hasil produksi bahan pangan Kabupaten Malang secara konsisten juga dijual ke daerah lain.
“Yang kami jual ke.daerah lain seperti beras kami kirim keluar daerah akan tetapi ada yang masuk ke wilayah kita juga eperti telur dari Blitar dan Bawang dari Pasuruan, sedangkan Kacang Kedelai lebih dominan punya impor,” tandas Agung. (MR/Probo)
