oleh

KSPPM dan STKS Sampaikan Keluhan di Masa Pandemi

dyMETRORAKYAT.COM, SAMOSIR – KSPPM dan STKS Kabupaten Samosir melakukan pertemuan bersama masyarakat perani dan media guna menyampaikan permasalahan yang terjadi di lapangan.

Masyarakat petani Samosir yang bergabung dalam Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS) berkumpul serta berdiskusi merayakan Hari Tani ke-76.

Acara bertempat di Puro Coffe and Resto Kompleks Kantor Praeses HKBP Distrik VII Pangururan, Jumat (24/9/2021), Samosir.

Diacara tersebut ada pembahasan terkait
UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UU PA) yang berisikan prinsip-prinsip dasar bagi pemerintah dan rakyat untuk menjalankan reforma agraria. Kemudian berdasarkan Kepres No.169 Tahun 1963 ditetapkan bahwa 24 September sebagai Hari Tani Nasional.

SKTS yang dipandu KSPPM mengundang masyarakat petani dan media guna menyampaikan persoalan yang terjadi ditengah para petani di Samosir saat ini.
Selain itu juga isu terjadinya kelangkaan pupuk, teknologi pertanian, pendidikan, kesehatan dan bibit serta irigasi menjadi topik-topik diskusi yang disampaikan para petani yang hadir sebagai pembicara.

Dibidang pendidikan yang disampaikan Nurita Br Simbolon bahwa persoalan biaya pendidikan justru meningkat di masa pandemi. Selain itu terkait janji Bupati untuk Beasiswa hingga saat ini belum terealisasikan dan adanya tebang pilih tanpa melihat keadaan masyarakat ekonomi lemah.

Lanjut dia lagi, sebagai orangtua murid pengeluaran untuk pendidikan semakin meningkat selama pandemi karena sejak Maret 2020.

Karena dimasa pandemi siswa belajar daring (online), sehingga orangtua terbebani membeli data paket, menambah hand phone (HP) andorid.
Persoalan lain yang belum terpenuhi yakni jaminan kesehatan dan pertanian.
Terkeait pelayanan kesehatan yang kurang memadai di Rumah Sakit Adrianus Sinaga.

Masyarakat meminta kepada Bupati agar nemperhatikan seluruh jajaran pegawai di rumah sakit. Selain itu untuk pendidikan juga harus menjadi perhatian serius Bupati Samosir terutama system zonasi untuk penerimaan siswa baru dianggap tidak berjalan dengan baik, karena ada beberapa siswa SMP di Sianjurmula tidak tertampung kuota zonasi untuk melanjutkan ke SMA Negeri.

“Pendaftaran siswa baru secara online justru menimbulkan masalah disebabkan website tidak bisa diakses dimana siswa tinggal ditempat terpencil mengalami gangguan  sinyal seperti di Desa Saor Nauli Palipi, Desa Sijambur Ronggur Nihuta, Desa Aeknauli Pangururan,” tegas Zefri Siboro.

Berharap dengan adanya kegiatan ini, kirannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir dapat merealisasikan.
“Untuk itu, mengajak masyarakat agar tetap bertekad untuk berjuang dan meningkatkan peran petani di semua bidang secara teroganisir di dalam STKS, yang merupakan kelanjutan dari Organisasi Forum Petani Samosir Sekitarnya (Fortase) dengan semangat perubahan sesuai cita-cita mewujudkan Petani Mandiri, Sejahtera dan Berdaulat,” terangnya. (MR/156)

Breaking News