oleh

Kejari Medan Menerima Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Tipikor Suap Vaksin Berbayar Covid19

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kejaksaan Negeri Medan (Kejari) kembali menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan suap dalam kegiatan vaksinasi berbayar covid-19 kepada masyarakat (illegal) dari penyidik Polda Sumatera Utara kepada JPU pada Kejaksaan Negeri Medan, Kamis (16/8).

Adapun tersangka yang diserahkan yaitu Suhadi, SKM, M.Kes selaku Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Kejaksaan Negeri Medan Teuku Rahmatsyah, melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata, menjelaskan bahwa penyerahan tersangka Suhadi merupakan
pengembangan penyidik dari penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi
terkait dengan suap dalam kegiatan vaksinasi berbayar covid-19 kepada masyarakat (illegal) dari tiga tersangka sebelumnya yang saat ini masih dalam proses persidangan.

Ketiga tersangka itu yakni; dr. Indra Wirawan, Dr. Kristinus Saragih, M.K.M dan Selviwaty alias Selvi.

“Perbuatan Suhadi, yang dengan sengaja memberikan kesempatan kepada dr Indra
dengan cara mengeluarkan dan menyerahkan vaksin Covid-19 secara berulang-ulang tanpa dilengkapi surat permintaan (permohonan) yang sah. Dimana Suhadi, terlebih dahulu menyimpan vaksin tersebut bukan di gudang farmasi sebagaimana seharusnya, melainkan di dalam kulkas ruang kerjanya dengan tujuan untuk memudahkan penyerahan
tersebut, padahal Suhadi, mengetahui bahwa vaksin tersebut akan digunakan
oleh dr. Indra dengan cara vaksinasi sendiri,” terang Bondan.

Lanjutnya, selanjutnya vaksin-vaksin tersebut diserahkan kepada dr. Indra tanpa melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang benar sehingga dr. Indra dapat secara bebas melakukan apa saja
terhadap vaksin tersebut yaitu dengan melakukan kegiatan vaksinasi sendiri dengan menggunakan vaksin yang” diperoleh dari Suhadi

“Bahwa atas perbuatannya Suhadi, M.Kes yang merupakan Aparatur Sipil Negara diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi terkait dengan Dugaan Tindak Pidana Korupsi sebagai orang yang membantu
dan memberi kesempatan melakukan, sarana, keterangan kepada dr. Indra Wirawan untuk melakukan tindak pidana menerima suap,” beber Bondan.

Tersangka Suhadi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan huruf b dan/atau Pasal 5 ayat (2) dan/atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang
RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 56 KUHP.

“Adapun tersangka Suhadi selanjutnya dilakukan penahanan di Rutan Tanjung Gusta Medan, dalam kepentingan Jaksa Penuntut Umum menyiapkan Dakwaan serta melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Negeri Medan,” pungkas Bondan. (MR/Rel)

Breaking News