Gawat! Hamdani Pendamping Desa Rangkap Jabatan Tuha Peut Gp. Jawa Langgar Aturan

Gawat! Hamdani Pendamping Desa Rangkap Jabatan Tuha Peut Gp. Jawa Langgar Aturan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Pendamping Desa (PD) maupun Pendamping Lokal Desa (PLD) yang merangkap jabatan (double job) sampai serang ini belum diberikan sanksi oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Bahkan belum di lakukan tindakan dengan mencopot.

Padahal dalam aturan Kemendes jelas di sebutkan, itu menyalahi aturan. Tidak boleh dobel job, itu menyalahi aturan,” kata salah seorang warga Gampong Jawa Kecamatan Langsa Kota-Kota Langsa, Provinsi Aceh, kepada wartawan pada hari Rabu (1/9/2021).

Menurut warga, berupa sanksi belum pernah di berikan kepada pendamping yang sudah melanggar aturan, oleh Kemendes PDTT, terbukti sampai saat ini Hamdani SE masih aktif menjabat Tuha Peut Gampong Jawa Kota Langsa semenjak di angkat pada tahun 2018 dan akan berakhir jabatan Tuha Peut tahun 2022 mendatang.

“Jadi, kami selaku warga Gampong Jawa belum melihat ketegasan dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk mencopot Hamdani SE yang sudah rangkap jabatan (dobel job), selain pendamping desa pada kecamatan juga menjabat Tuha Peut Gampong Jawa,” terang warga.

Tindakan tegas sudah sepatutnya diambil karena sesuai aturan satu orang tidak diperbolehkan menerima gaji dobel yang bersumber dari keuangan negara.

Untuk diketahui, muncul kecaman dari masyarakat belakangan ini setelah mengetahui, salah seorang Pendamping Desa Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, bernama Hamdani SE yang sudah di angkat menjadi Pendamping desa tingkat Kecamatan Langsa Lama semenjak tahun 2015 sampai sekarang masih aktif.

Hamdani SE saat dikonfirmasi oleh media ini membenarkan bahwa dirinya merangkap jabatan (dobel job) selain Pendamping Desa di tingkat Kecamatan juga sebagi Tuha Peut Gampong Jawa tempat dia berdomisili, aktif kedua – duanya sampai saat ini,” ucapnya.

Disisi lain Hamdani SE mengakui dalam aturan Kemendes (PDTT) tidak di bolehkan ada rangkap jabatan selain Pendamping Desa. namun apa yang sudah dia lakukan dengan menjadi Tuha Peut Gampong Jawa tanpa sepengetahuan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT),” katanya disalah satu Cafe yang terdapat di Gampong Jawa.

Hamdani SE kepada media ini meminta untuk tidak mempublikasikan menjadi berita, karena kalau diketahui oleh Kemendes PDTT pasti saya akan di tindak.

Dalam konfirmasi tersebut Hamdani, SE berceloteh bahwa dirinya sudah mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri menjadi Tuha Peut Gampong Jawa pada bulan Mei 2021 Kepada Walikota Langsa namun surat pengunduran diri nya belum keluar.

Media di saat itu meminta untuk menunjukkan surat permohonan pengunduran diri dari Tuha Peut Hamdani tidak dapat menunjukkan surat permohonan pengunduran dirinya yang di ajukan kepada Walikota Langsa.(MR/DANTON)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.