BI: UMKM Terus Berinovasi Dimasa Pandemi Covid-19
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) terus melakukan berinovasi terhadap UMKM di Sumatera Utara (Sumut).
Hal ini dilakukan oleh KPw BI Sumut bersama KPw BI Sibolga dan KPw BI Pematang Siantar, bersinergi serta berkolaborasi para stakeholder guna menyelenggarakan Karya Kreatif Sumatera Utara Tahun (KKSU) 2021.
Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual zoom selama empat hari, dimulai 16 hingga 19 September 2021 dengan thema ‘ Membangun Negeri, UMKM Kuat, Ekonomi Maju, Indonesia Tangguh’.
“Kegiatan merupakan event tahunan guna mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara khusus tersebar di berbagai daerah Sumut yang terus berinovasi menghasilkan produk berkualitas,” terang KPw BI Sumut Soekowardojo saat pre event KKSU 2021, Kamis (16/9/2021).
Lanjut dia, acara yang digelar sebagai Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 yang di semarakkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), Gerakan Nasional Bangga Berwisata #diIndonesiaAja# (BWI), dan Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) 2021.
Pagelaran dengan 2 agenda utama, yakni Forum KKSU melalui kegiatan berupa webinar dan talkshow, serta KKSU Fair berupa showcasing produk UMKM binaan dan mitra dengan menggunakan sarana website KKSU, promosi serta penjualan produk secara digital dengan memanfaatkan kanal marketplace, media sosial, influencer.
Di hari pertama, sejak pukul 08.30 – 12.30 WIB sebagai rangkaian KKSU 2021 dilaksanakan juga Forum KKSU 2021, lewat Webinar berthemakan ‘Eksotisme Destinasi Wisata Sumatera Utara Pariwisata yang Inklusif’.
Ditambahkan Soekowardojo, walau di masa pandemi hal ini memberikan tantangan yang luar biasa bagi perekonomian dunia maupun Indonesia.
“Akan tetapi kita melihat sekilas data makro perekonomian Indonesia maupun Sumut harapan untuk recovery sudah mulai terlihat berdasarkan rilis PDRB triwulan 2 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat angka positif 7,07% tahunan.
Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Sumut juga mengalami kenaikan positif 4,95% secara tahunan,” paparnya.
Menurutnya, pertumbuhan positif sebagai momentum recovery ekonomi kedepan setelah di 4 triwulan sebelumnya mencatat kontraksi atau pertumbuhan negatif.
“Kami menilai kegiatan ini mendorong pemanfaatan momentum pemulihan ekonomi juga proses recovery pariwisata maupun pengembangan ekonomi kreatif di Sumut dengan program super prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah pusat lewat Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi serta Kementerian Pariwisata dan Kreatif akan pertumbuhan ekonomi yang dapat berjalan secara bersamaan,” imbuhnya.
Di waktu bersamaan anggota DPR RI Komisi XI, Dapil Sumut Sihar Sitorus sebagai narasumber pada webinar itu menyampaikan, bahwa kondisi pandemi Covid-19 membuat pelaku UMKM tetap mengembangkan diri meski keadaan sulit. Sehingga tetap membuahkan hasil ketika keluar dari masa pandemi.
Kegiatan ini menurut dia, cukup baik untuk mengakomodir kreasi anak bangsa agar terus bergerak, baik di sektor pariwisata juga yang mampun menciptakan produk lokal dan nasional.
“Tema kegiatan mengenai Pariwisata yang Inklusif juga sudah tepat diangkat di Sumut. Inklusivitas sendiri sudah ada di daerah termasuk sekitar daerah Danau Toba. Saat ini tinggal bagaimana untuk menggali potensi yang tersedia di Sumut,” pupusnya.
Sihar menuturkan, beberapa waktu lalu Dewan Eksekutif UNESCO ke 209 saat di Paris juga telah menetapkan Danau Toba sebagai Global Geopark. Pengakuan UNESCO ini adalah modal kuat bagi Sumut untuk merangkai kekuatan alam, budaya masa lalu untuk dibawa ke kehidupan global masa kini.
“Sebagai contoh film Hollywood Kingkong yang syutingnya di Pulau Mursala Tapanuli Tengah (Tapteng) menjelaskan bahwa Danau Toba menjadi studio alam untuk perfilman. Pusuk Buhit yang identik dengan spiritual lokal berpotensi hiking trail dan olahraga ekstrem seperti parasailing dan lainnya. Jalan panjang berkelok menuju Danau Toba juga menjadi potensi sebagai lokasi ajang balap sepeda. Tinggal tantangan bagaimana menutup lobang-lobang di rute tersebut yang selama ini masih menggangu perjalanan,” tutupnya. (MR/156)
