Akibat Pandemi Covid-19, Perdagangan Jarak Jauh Jadi Berbasis Online
METRORAKYAT.COM, MEDAN -Kemajuan teknologi jaman era globalisasi sekarang ini permudah masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal. Yang akibatnya memaksa teknologi dan informasi turut berperan besar terhadap perkembangan Pasar Modal Indonesia.
Maka dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi, peningkatan kesadaran, literasi serta inklusi terkait pasar modal kepada masyarakat Indonesia menjadi lebih mudah, murah serta transparan dan kredibel.
Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Sumut, Pintor Nasution yang menyatakan bahwa keterbatasan mobilitas yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 juga membuat perdagangan jarak jauh berbasis online menjadi pilihan utama masyarakat dunia saat ini.
“Online trading yang lebih dahulu diterapkan di Pasar Modal Indonesia juga menjadi kebutuhan dan tuntutan penerapan di era new normal saat ini,” ungkapnya, Jumat (24/9/2021).
Sementara untuk pertumbuhan investor dalam negeri yang sangat signifikan di sepanjang tahun lalu juga perlu diimbangi dengan masifnya sosialisasi maupun edukasi kepada para investor pemula maupun calon investor.
Tentu hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai produk investasi, Pasar Modal juga memiliki risiko pada setiap investor.
“Disinilah pentingnya pembekalan ilmu untuk para investor, agar investor dapat mengelola risiko ketika berinvestasi di Pasar Modal Indonesia,” ucapnya.
Dari tanggal 23 September 2021 jumlah perusahaan yang terdaftar di Buersa Efek Indonesia ada sebanyak 750 emiten, yang artinya penambahan new listing tahun 2021 sebanyak 38 emiten. Perusahaan yang berasal dari Sumut sebanyak 11 emiten, yakni 9 emiten saham serta 2 emiten obligasi.
“Total SID termasuk saham, obligasi juga reksadana per Agustus 2021 sebanyak 6.022.826, jumlah SID saham sebanyak 2.664.875 . Total SID termasuk saham, obligasi dan reksadana Sumut sebanyak 287.599, jumlah SID saham sebanyak 138.455, penambahan jumlah SID tahun 2021 sebanyak 53.188. Jumlah transaksi sebanyak 427T, jumlah transaksi Sumut 17 triliun”, paparnya lagi.
Dimana BEI juga memiliki Galeri Investasi sebanyak 535 di seluruh Indonesia, sebanyak 14 Galeri Investasi BEI di Sumut.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dari rekan-rekan media yang turut membantu pengembangan Pasar Modal Indonesia,” ucapnya. (MR/156)
