Waspada, Counter Yang Jual Beli HP Masih Terikat Cicilan Online

Waspada, Counter Yang Jual Beli HP Masih Terikat Cicilan Online
Bagikan

METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Pasar handphone bekas alias second selalu terlihat menggiurkan bagi konsumen yang ingin meminang produk impiannya dengan harga yang lebih murah. Tidak jarang, smartphone bekas yang dijual masih dalam kondisi yang amat baik bahkan bisa dibilang nyaris seperti baru.

Tapi jangan salah. Di era sekarang ini membeli smartphone bekas harus lebih berhati-hati. Menjamurnya aplikasi pinjaman online (terutama yang tidak resmi) dan kemudahan bertransaksi secara online merupakan dua hal yang saling berkaitan. Pasalnya, ada beberapa kasus konsumen membeli ponsel bekas yang ternyata masih terikat dengan cicilan dari pinjaman online alias belum lunas.

Apa risiko membeli handphone bekas yang masih terikat cicilan online?

Tentunya membeli handphone bekas yang pernah digunakan untuk mengajukan pinjaman online punya risiko tersendiri.

Apalagi untuk pinjaman online yang tidak resmi atau ilegal. Nantinya pada ponsel tersebut bisa saja selalu muncul notifikasi yang menyatakan si pemilik belum melunasi pembayaran cicilan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, handphone akan diblokir!

Mengapa bisa demikian? Seperti dilansir dari halaman Yangcanggih.com pada Kamis (4/6), pengamat gadget sekaligus pendiri Gadtorade, Lucky Sebastian, menjelaskan bahwa biasanya seseorang yang mengajukan pinjaman online harus meng-install aplikasi pinjaman yang izin aksesnya ‘cukup mengerikan’, seperti bisa mengambil alih akses telepon dari kontak, SMS, kamera, lokasi, dan lain-lain.

Nantinya, aplikasi pinjaman online ini punya algoritma yang bisa mengakses kebiasaan kita untuk menentukan apakah sehari-hari si pengguna berada di daerah yang diakui sebagai alamat rumah. Selain itu, aplikasi tersebut juga bisa memantau SMS dan kontak agar nantinya bisa menentukan apakah si pengguna termasuk sebagai nasabah kategori yang aman atau tidak.

“Bisa juga cicilan handphone online ‘tidak resmi’ ini memanfaatkan fitur Find My Phone, jadi bisa menguncinya dan memberi notifikasi lewat cloud saat disadari sudah berpindah tangan sementara cicilan macet,” ujar pria yang akrab disapa kang Lucky ini.

Lucky menambahkan, jika aplikasi tersebut merupakan aplikasi standar kemungkinan bisa dihilangkan lewat Factory Reset. Namun jika aplikasinya memiliki kemampuan seperti Cerberus (aplikasi anti maling yang sangat suling untuk dihapus ketika sudah terpasang), ada kemungkinan tidak dapat hilang meski pengguna sudah melalukan Factory Reset. (RED/MR)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.