Unsam Tidak Peduli Pembebasan Lahan Untuk Jalan Umum, Warga Angkat Senjata
METRORAKYAT.COM, LANGSA – Universitas Samudra (Unsam) jalan. Meurandeh Kec. Langsa Lama Kota Langsa Provinsi Aceh, tidak peduli dengan surat permohonan Geuchik Gampong Meurandeh Tengah Nur Yakin sudah tiga tahun lalu meminta untuk pembebasan lahan Unsam yang nanti akan di gunakan untuk jalan umum.
Permohonan Geuchik tersebut bukan tidak beralasan, karena jalan yang sudah ada berada di dalam lingkungan Universitas Samudra (Unsam) pasca pembebasan lahan PTP N-1 Langsa. Dan lingkungan tanah Unsam akan di lakukan pemasangan pagar keliling. Sehingga jalan yang sudah ada masuk kedalam pagar Unsam,” kata warga kepada media ini, pada hari, Rabu (18/8/2021).
“Oleh sebab itu kami masyarakat melalui Geuchik Gampong Meurandeh Tengah Nur Yakin untuk meminta agar lahan Unsam di bebaskan untuk jalan Gampong dan masyarakat umum, yang terdapat di pinggir batas tanah Unsam.
Lebih kurang panjangnya 250 M dan lebarnya 8 M,”sebutnya.
Namun sangat disayangkan dari pihak Unsam tidak ada itikad baik untuk membebaskan lahan yang di butuhkan untuk jalan umum, terbukti sudah tiga tahun surat di kirimkan oleh Geuchik kepada Unsam sampai saat ini tidak ada balasan.
Sehingga warga Gampong Meurandeh Tengah merasa keberatan pada tahun ini Unsam akan membangun pagar keliling tidak membebaskan lahan untuk jalan warga setempat dan untuk umum.
Oleh sebab itu warga setempat terjadi bentrok dengan pihak rekanan yang hendak membangun pagar keliling Unsam, warga mengangkat senjata tajam kalau rekanan membangun pagar tidak menyisakan jalan,” ungkap sejumlah warga setempat.
Hal tesebut juga di benarkan oleh pihak rekanan pembangunan pemasangan pagar keliling Usama, dan meraka tidak berani membangun karena bentrok dengan masyarakat yang mengeluarkan senjata tajam seperti parang.
Sementara dari pihak Universitas Samudra (Unsam ) belum dapat di ambil keterangan terkait persoalan tersebut. Sampai berita ini diterbitkan. (MR/DANTON)
