Penggelontoran Dana Desa Belum Berdampak Signifikan Bagi Pembangunan di Gampong Baru Memunculkan Pertanyaan 

Penggelontoran Dana Desa Belum Berdampak Signifikan Bagi Pembangunan di Gampong Baru Memunculkan Pertanyaan 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Dana desa yang digelontorkan pemerintah sejak 2015 belum menunjukkan dampak yang signifikan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Gampong (Desa).

Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pemba­ngunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengklaim bahwa manfaat dana desa telah dirasakan masyarakat. Namun, faktanya, dampak positif itu belum dirasakan seluruh desa, seperti yang terjadi di Gampong (Desa) Baro Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan MetroRakyat. Com di Gampong (desa) Baro pada hari, Senin (9/8/2021) terpantau, media ini tidak melihat adanya program pembangunan Gampong (Desa) yang mengarah kepada kemajuan meski dana desa yang di terima setara dengan Gampong lainnya dalam wilayah Pemko Langsa.

Dari perjalanan pengucuran dana desa yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat dari anggaran APBN melalui dinas dan instansi terkait dari sejak awal tahun 2015 yang lalu hingga saat ini, maka jika dihitung-hitung sudah berjalan selama 6 (enam) tahun di tahun 2021 ini dengan tujuan untuk mengatasi perubahan dan kemajuan Gampong tersebut.

Seperti diketahui, besaran dana yang digelontorkan ke desa, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, cukup besar. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Terting­gal, dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) memperkirakan total dana yang mengalir ke 74.910 desa di seluruh Indonesia mencapai lebih dari Rp 300 triliun setiap tahun.

Namun sangat disayangkan jika Gampong Baro setiap tahunnya mendapatkan kucuran dana desa, tidak mampu bangkit dan tidak ada kemajuan yang signifikan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Gampong (Desa) Baro, sebagaimana tujuan dari pengucuran dana desa itu sendiri.

Di Gampong Baro tampaknya dalam pembangunan hanya terfokus pada pusat Pemerintahan Gampong (Desa) saja, sedangkan yang lainnya seperti pembangunan sarana dan prasarana masih jauh dari harapan.

Sehubungan dengan ini, maka patut diawasi dan dipertanyakan kemana saja pengrealisasian dana desa di Alokasikan oleh Geuchik Gampong Baro Wahyu Sadli, hal ini penting guna mencegah terjadinya penyimpangan dalam penggunaan dana desa.

Sementara, untuk mendapatkan konfirmasi dari Geuchik Gampong (Desa) Baro Wahyu Sadli terkait pengelolaan dana desa yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat dari anggaran APBN tidak ada perubahan yang signifikan bagi pembangunan Gampong Baro.

Media ini mendatangi kantornya, tidak berada ditempat, saat dihubungi melalui handphone berulang kali dengan nada dering juga tidak mengangkat. Pesan yang dikirimkan pun tidak membalas.

Sampai berita ini diterbitkan untuk sementara media ini belum memperoleh konfirmasi dari Wahyu Sadli.(MR/DANTON)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.