Ini Medan Bung, Bobby Nekad Berkantor di Zona Merah
Wali Kota Medan, Bobby Nasution menenangkan keluarga korban COVID-19 yang menangis, saat siang itu ia meninjau areal pemakaman COVID-19 di Simalingkar B Medan.
“Keluarga saya yang dimakamkan di sini,” tutur Basariah sembari menitikkan air mata di depan menantu Presiden Joko Widodo ini.
Basariah merupakan warga Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan yang baru saja melihat pemakaman besannya di area pemakaman itu. Tentunya meninggal akibat terpapar virus dan dimakamkan malam hari. Wali kota menanggapi dengan lemah lembut dan penuh kesabaran.
Kunjungan Bobby Nasution ke pemakaman itu sekaitan dengan kondisi daerah yang dipimpinnya masuk dalam zona merah.Tentunya areal pemakaman satu diantara fasilitas yang diperlukan persiapannya.Areal ini telah dimakamkan sekitar 1.581 jenazah pada lahan seluas sekitar 14 hektare. Pemakaman ini bisa menampung sekitar 5.000 jenazah.
Data dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Arjuna Sembiring dari total 21 kecamatan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut terdapat 23 lingkungan pada tujuh kecamatan menjalami isolasi mandiri. Daerah itu adalah Medan Helvetia., Medan Tuntungan, Medan Tembung, Medan Polonia, Medan Johor, Medan Area dan Medan Timur.
Ada sekitar 400-500 kenaikan angka kasus COVID-19 di Kota Medan per-harinya. Dari jumlah tersebut, bukan tidak mungkin, kita tinggal menunggu giliran untuk terpapar, baik itu diri sendiri ataupun keluarga. Oleh karenanya, sekuat mungkin kita harus mampu menurunkan angka penyebaran Covid-19, katanya.
Itulah alasan Wali Kota Medan mencari lokasi terbaik bagi warganya guna pengobatan yang terpapar. Ia memanfaatkan eks Hotel Soechi sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter) dan diperuntukkan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan kategori orang tanpa gejala (OTG).
Eks Hotel Soechi memiliki kapasitas 240 kamar tidur dan satunya lagi berada di gedung P4TK. Pasien yang menjalani isolasi di kedua tempat ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Tempat ini dilengkapi dengan fasilitas olahraga, seperti lapangan tenis, basket dan sarana olahraga lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan imun pasien COVID-19 guna mempercepat penyembuhan.
Upaya mengantisipasi lonjakan kasus dan memudahkan penanganan pasien COVID-19 tidak terhenti disana saja. Wali Kota juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan PT Pelni dalam menggunakan KM Bukit Raya guna lokasi isolasi serupa. KM Bukit Raya tiba di Pelabuhan Belawan, Senin (16/8) langsung dilakukan penataan serta perubahan bentuk dalam kapal. Mulai dari peralatan kesehatan sampai kepada kebutuhan lainnya dipersiapkan.
Tidak puas itu saja, kondisi yang ada masih memerlukan perhatian ekstra serta menuntutnya turun ke lapangan dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Ia dan Sekda memilih berkantor di kecamatan Helvetia yang masuk zona merah.
Ia ingin mengetahui bagaimana penerapan PPKM level 4 di tingkat paling bawah, yakni kepala lingkungan terhadap penanganan pasien COVID-19.Baginya, penerapan PPKM mikro dan pengetatan yakni pembatasan mobilitas, ‘tracing and testing’ harus mencapai target dan isolasi terpusat serta vaksinasi harus optimal.
Tindakan nekat yang dilakukan Bobby Nasution ternyata tidak sia-sia. Ia berhasil menurunkan angka penyebaran Virus COVID-19 di Kecamatan Medan Helvetia, bahkan penurunannya sangat drastis. Angka kasus COVID -19 yang biasanya naik 20 kasus perhari, kini sudah turun menjadi 9 kasus perhari.
Kebijakan itu diminta agar diimplementasikan bawahannya , termasuk di lingkungan dinas kesehatan. Secara tegas ia mengancam bakal menutup operasional rumah sakit yang terbukti melakukan tindakan tidak terpuji semisal pungutan liar (pungli) bagi pasien COVID-19.
Baginya apabila ada rumah sakit yang minta-minta uang akan dilakukan teguran. Bila terulang lagi, operasionalnya akan ditutup karena dipandang menyulitkan masyarakat.
Sukses
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berjalan sukses di Lingkungan VIII, Komplek Menteng, Medan.
Ia memaparkan indikator keberhasilan tersebut antara lain penerapan protokol kesehatan 5M serta pengawasan tenaga kesehatan terhadap pasien yang terpapar COVID-19.
Pasien dikirim makanan dan sebagainya langsung ke rumah sehingga tidak ada berinteraksi. Hal ini yang diapresiasinya serta penerapan sistem bantuan dari warga untuk warga guna meningkatkan solidaritas dan menurunkan stigma negatif.
Serius
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, mengapresiasi upaya serius Wali Kota dalam menekan kasus terkonfirmasi positif virus corona, di antaranya menyiapkan tempat isolasi terpadu.Bahkan,memilih berkantor di kantor camat zona merah karena banyak warganya terpapar sepatutnya mendapat penghargaan.
Meski demikian wakil rakyat ini mengajak warga kota agar meningkatkan kesadaran dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes) demi menekan penyebaran COVID-19.Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus ditingkatkan untuk kesehatan bersama, katanya.
Nekad
Dosen FISIP dan Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas HKBP Nomensen Medan Dr Drs Marlan Hutahaean MSi, menilai kebijakan berkantor di kecamatan yang masuk dalam zona merah adalah strategi pimpinan pemberani,nekad , cepat tanggap, bertanggung jawab dan sangat responsive dalam menangani suatu masalah.
Marlan berharap Wali Kota mengedepankan pendekatan collaboration governance dan participant governance. Artinya, pemerintah harus melibatkan semua pihak, terutama masyarakat dalam penanganan COVID-19.
“ Masyarakat didorong untuk ikut serta membentuk kelompok relawan untuk mengedukasi tentang COVID-19. Saya rasa bisa membantu tugas pemerintah sehingga manfaatnya juga bisa sampai dan dirasakan hingga ke akar rumput,” ujarnya.
Akademisi ini berharap Pemko Medan dapat menghadirkan aplikasi pelaporan kasus Covid-19 yang bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan kasus yang terjadi di sekitarnya.* (Jenda Bangun – Pemred metrorakyat.com)

