oleh

Sat Reskrim Polres Sorong Selatan Terus Serius Melakukan Penyilidikan Terkait Kematian Alm Guru Otniel Kondororik

METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN –  Satuan Reskrim Polres Sorong Selatan polda Papua Barat terus melakukan kiat proses penyilidikan atas meninggalnya Alm Guru Otniel Kondororik pada beberapa bulan lalu.

Kasat Reskrim polres Sorong Selatan Iptu Ade Setiawan, S.I.K  diruangan Reserse pada Rabu, ( 7/7/2021) mengungkapkan kepada media ini bahwa berita yang tersebar di medsos terkait proses penyelidikan atas meninggalnya Alm Guru Otniel Kondororik bahwa polres tidak memberikan kinerja yang efektif untuk mengungkapkan akibat kematiannya itu tidak benar di medsos.

Berita itu tidak benar karena sampai saat ini polres Sorong Selatan sudah memberikan semaksimal mungkin terkait proses penyelidikan yang ada.

“Yaitu kami sudah melakukan proses penyilidikan terhada saksi-saksi yang ada,”ujarnya Kasat Reskrim.

Bahkan, lanjutnya, dari pihak keluarga yang datang untuk mengecek dan menyanyakan proses penyilidikan terkait dengan beberapa Barang bukti yaitu hasil konfirmasi dengan grapari dan juga hasil leb terkait makanan dan minuman yang saat itu ditemukan di tempat kejadian (TKP).

“Sehingga Kami menerangkan bahwa terkait surat permohan ke Grapari sudah kami kirimkan permohonan dengan tujuan meminta bantu Grapari atas beberapa nomor yang menelpon Alm. untuk data Recordnya. dan Grapari pun sudah memberikan informasinya bahwa secepatnya kami akan memberikan jawaban terkait permohonan karena Grapari sendiri pun masih melakukan mekanisme internal yaitu kami telah menyurati Grapari Sorong dan Grapari Sorong pun melakukan kordinasi ke Grapari Jayapura dan Grapari pusat sehingga kita disini masih menunggu jawaban,”ujarnya.

Terkait dengan uji laboratorium, tentunya itu menjadi fokus pihak penyidik. “Sehingga aparat kami akan membawa sampel tersebut. proses ini tentunya mengalami hambatan karena ada ketentuan dan syarat yang harus dilakukan pihak polres seperti Beberapa sampel yang akan dilakukan uji Laboratorium harus di packing dalam kemasan yang terlindungi dan jika tidak ada halangan maka dalam minggu ini Anggota Sat Reskrim segera berangkat ke makasar membawa sampel tersebut untuk di uji lab,”ujarnya.

Guna mendukung kelancaran proses penyilidikan kepolisian juga sudah melakukan pemeriksan kepada para saksi untuk dimintai keterangan namun mereka tidak menceritakan seperti yang mereka ceritakan ke pihak keluarga sehingga terjadilah mis antara keterangan saksi dan keluarga yang akhirnya menghambat proses tersebut.

” Dari proses pemeriksan saksi karena terjadi mis keterangan sehingga kami akan kembali mengundang saksi dan juga para korban untuk kita dudukan bersama untuk mendengar keterangan dari kedua belah pihak agar kita bisa menemukan benang merahnya ( titik Temu ) yaitu maksud dan tujuan yang kemarin ngomong itu apa dengan pihak keluarga supaya tidak terjadi mis komunikasi sehingga masyarakat berpikir kita tidak menindaklanjuti informasi yang mereka dapat,”ujarnya.

Sehingga, sambung Kasat Reskrim Polres Sorong Selatan, sembari menunggu hasil Lab dan Grapari juga akan melakukan Konfrontasi antara korban dan juga saksi.

“Kami berharap agar pihak para korban ataupun masyarakat Sorong Selatan percayakan semua diberikan kepada kita pasti pihak polres Sorong Selatan khususnya reserse kita memberikan upaya yang semaksimal mungkin dalam hal pengungkapan kasus penemuan mayat itu,”ujarnya.(MR/dewa)

Breaking News