OJK: Dimasa Pandemi Perbankan Syariah Sumut Tetap Tumbuh

OJK: Dimasa Pandemi Perbankan Syariah Sumut Tetap Tumbuh
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Walau dimasa Pandemi Covid-19, Perbankan Syariah Sumatera Utara (Sumut) tetap tumbuh double digit.

Kontribusi semua sektor, termasuk ekonomi dan keuangan Syariah diperlukan guna percepatan pemulihan ekonomi secara nasional maupun wilayah Sumut secara khusus.
“Di tengah pandemi saat ini, sektor perbankan Syariah di Sumut pertumbuhannya cukup tinggi,” papar Deputi Direktur Manajemen Strategis, Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta Kemitraan Pemerintahan Daerah (Pemda) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (KR5 Sumbagut) Andi Muhammad Yusuf, Rabu (9/6/2021).

Melalui press Conference BSI digelar Senin (7/6/2021), Andi menyebutkan per April 2021, aset perbankan Syariah yang terdiri dari 8 Bank Umum Syariah dan 8 Unit Usaha Syariah mencapai Rp17,12 triliun dengan pertumbuhan 13,69% secara year on year (y-o-y).

Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pembiayaan yang Disalurkan (PYD) juga mencatatkan pertumbuhan y-o-y positif double digit yang melebihi pertumbuhan perbankan syariah nasional
DPK tercatat tumbuh 14,92% (nasional 14,16%) menjadi Rp16,48 triliun dan PYD bertumbuh 10,77% (nasional 7,85%) menjadi Rp13,28 triliun.

Sedangkan jumlah rekening DPK mencapai 1.545.645 dan rekening PYD mencapai 292.052.

“Jumlah rekening DPK dan PYD mengalami peningkatan yang stabil selama 4 tahun terakhir,” imbuhnya.
Disebut dia, market share aset syariah mencapai sebesar 5,98% dari total aset bank umum di Sumut, sementara share DPK sebesar 6,13% dan PYD sebesar 6,15%.

Berbeda dengan aset dan DPK, market share PYD justru menunjukkan peningkatan dibanding Desember 2020 yang tercatat sebesar 5,92%, dan stabil meningkat selama 4 tahun terakhir.
Fungsi intermediasi perbankan syariah juga menunjukkan peningkatan tercermin dari financing to deposit ratio (FDR) yang meningkat dari 77,90% pada Desember 2020 menjadi 80,60% pada April 2021.

Selanjutnya untuk Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat sebesar sebesar 80,01% di April 2021, membaik dibanding Desember 2020 sebesar 95,69%.

Menurut dia, han ini menunjukkan bahwa kinerja operasional perbankan umum Syariah semakin efisien.
Ia juga menilai pertumbuhan konsisten perbankan syariah di Sumut baik dari sisi aset, DPK, dan PYD sejalan dengan visi dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia. Visi tersebut yaitu mewujudkan perbankan syariah yang resilient, berdaya saing tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan sosial.  (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.