Mengaku Perwira Polisi Berpangkat Komisaris, Ahmad Sofyan Aslinya Penipu

Mengaku Perwira Polisi Berpangkat Komisaris, Ahmad Sofyan Aslinya Penipu
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Ahmad Sofyan seorang pria yang mengaku Perwira Polisi berpangkat Komisaris dan betugas di Polda Sumut aslinya adalah seorang penipu kelas kakap. Hal ini terbukti menjelang hari pernikahannya dengan Eva Mayasari Manurung (29) yang seharusnya akan digelar Sabtu 26 Juni 2021 di tempat kediaman pengantin perempuan di Nagori (Desa) Gorak, Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun Sumatera Utara gagal dikarenakan Ahmad Sofyan pengantin laki-laki  kabur pada Kamis 24 Juni 2021 sekitar pukul 18. 00 Wib dan hingga hari ‘H’ pernikahan tidak kunjung pulang. Ditambah nomor handphone dan whatsapp miliknya tidak bisa lagi dihubungi atau tidak aktif sama sekali.

Saat itu alasan Ahmad Sofyan berpamitan ke pihak keluarga perempuan adalah menjemput keluarganya ke bandara Kualanamu yang datang dari Solo Jawa Tengah. Namun ditunggu sampai tanggal acara pernikahan Ahmad tak kunjung datang.

Atas kejadian tersebut sontak keluarga dari pihak pengantin perempuan syok bahkan warga kampung sampai kebingungan, karena semua perlengkapan pesta sudah disiapkan seperti teratak, tenda sudah dipasang.dan undangan sudah berjalan semua.

Menanggapi kejadian pilu tersebut awak media pun mencoba menggali informasi dari Pangulu (Kepala Desa) Gorak terkait kaburnya sekaligus ingin mendapat informasi siapa sebenarnya Ahmad Sofian si pengantin laki-laki tersebut.

Dorlen Damanik selaku Pangulu Nagori Gorak saat dijumpai Sabtu,(26/6/2021) mengatakan, bahwa dirinya selaku kepala Desa sudah sangat tertipu atas kejadian tersebut. Kata kepala desa mengawali percakapan.

Dorlen menceritakan awal pertemuannya dengan Ahmad saat pihak keluarga Manurung membawa Ahmad ke rumahnya atas perintahnya selaku Pangulu.

Saat Ahmad datang ke rumahnya Dorlen sempat bertanya apa alasannya Ahmad sampai bisa begitu serius dengan Eva. Dan mendengar keterangan dari orang tua si Eva jika dirinya akan membawa hubungan mereka hinggai ke jenjang pernikahan. Dan bahkan Dorlen heran kenapa Ahmad mau sampai pindah agama menjadi Kristen. Saat itu Ahmad menjawab kalau terkait pindah agama Ahmad menjawab kami semua dari keluarga berpendidikan jadi yang yang menjalaninya nanti kan saya. Dan semua keluarga juga setuju.kata Pangulu meniru ucapan Ahmad. Pangulu juga menanyakan terkait profesi Ahmad yang seorang anggota polisi berumur 37 tahun sudah berpangkat Kompol, Ahmad pun menjawab bahwa dirinya dari Akpol.

Juga pangulu menanyakan apa alasan Ahmad mau sama si Eva. Ahmad mengatakan alasannya suka sama Eva karena istrinya yang dulu korban sosialita artinya di pergaulan medsos pergaulan sekarang ini kita asyik kerja disitulah kita mengetahui ada ruang untuk istri, itulah kegagalan saya dan ternyata setelah saya  menceraikannya dia sudah menikah 4 kali. Sontak pangulu kaget “jadi kamu sudah pernah menikah dan kamu sudah resmi bercerai” jawaban Ahmad pun bahwa dia sudah resmi bercerai.

Saat awak media bertanya apakah pangulu tidak coba meminta identitas si Ahmad seperti KTP, saat itu pangulu pun mengatakan tidak ada meminta karena dirinya tidak ada merasa curiga sedikitpun juga si Eva ini kan sudah pernah merantau ke Malasyia juga ke Batam jadi pasti si Eva tidak selugu itu ucap Pangulu.

Hal yang menjadi meyakinkan kata pangulu saat orang tua atau bapak Eva pernah cerita pada pangulu bahwa sudah banyak pengorbanan si Ahmad untuk mereka. Misal pada saat ibu si Eva sakit dan harus di kemo di salah satu rumah sakit di kota Medan katanya si Ahmad ini lah yang mengurus semuanya, bahkan mereka menginap di hotel menunggu saat ibu si Eva di kemo semua itu Ahmad yang biayai cerita bapak Eva kepada Pangulu.

Juga cerita orang tua Eva pada pangulu, Bahwa Ahmad sudah pernah mengenal kan Kapolda Sumut ke orang tua Eva bahkan Kapolda sempat memberikan baju polisi sama bapak si Eva. Itulah yang membuat kami tidak ada rasa curiga sama si Ahmad kata pangulu dengan nada kesal.

“Baru pada hari Jumat 25 Juni 2021 sehari sebelum acara pesta pernikahan, kami menunjukkan photo Kapolda Sumut sama Bapa si Eva dan menanyakan ini kah Kapolda yang dikenal kan si Ahmad itu sama kamu? Bapak si Eva pun menjawab, bukan itu…”

Masih kata Pangulu, Sehari jelang pesta namun satu pun papan bunga tidak ada yang mengirimi padahal pengantin laki-lakinya perwira Polisi berpangkat Kompol.

“Nah disitulah kami sudah curiga. Akhirnya kami pun menanyakan status si Ahmad ke pihak kepolisian ternyata dia bukanlah anggota polisi seperti pengakuannya selama ini ke kami,”tambah Dorlen.

Dengan nada sedih Dorlen Damanik mengatakan, bahwa dirinya merasa kecolongan bahkan dia menganggap dirinya kurang bisa melindungi warganya. (MR/Tim)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.