Ketua BUMDes Gampong Jawa Terancam Di Laporkan Kepada Penegak Hukum
METRORAKYAT.COM, LANGSA – Salah satu upaya untuk meningkatkan Pendapatan Gampong (Desa) adalah dengan membangun suatu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bergerak dalam bisnis di bidang apapun sesuai dengan potensi yang ada dalam Gampong (Desa).
Namun jika tata kelola Dana Penyertaan Modal BUMDes tidak berjalan dengan baik, maka BUMDes hanya akan berjalan ditempat saja tanpa saja. Apalagi jika ada indikasi yang mencurigakan dalam pengelolaan Dana BUMDes, maka bisa dipastikan BUMDes tak bisa menghasilkan sesuatu bagi peningkatan Pendapatan Gampong (Desa). Hal tersebut yang terjadi pada BUMDes Bina Karya Mandiri Gampong (Desa) Jawa Kecamatan. Langsa Kota – Kota Langsa Provinsi Aceh.
Sesuai dengan data yang media ini peroleh dari masyarakat, menunjukan bahwa besaran dana Desa untuk Penyertaan Modal BUMDes Bina Karya Mandiri Gampong Jawa pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 403. 793. 500 ( empat ratus tiga juta tujuh ratus sembilan puluh tiga ribu lima ratus rupiah ) dan ini ternyata sama sekali tidak berdampak pada peningkatan pendapatan Gampong (Desa), bahkan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) BUMDes Bina Karya Mandiri Gampong Jawa pun belum pernah di sampaikan ke pada masyarakat.
Miris! Ketua BUMDes Bina Karya Mandiri Gampong (Desa) Jawa tahun 2019 bernama Doli Mansyah Siregar. Pada Musyawarah Pertanggung Jawaban BUMDes yang di lsksanakan hari Sabtu, (26/06/2021), tepatnya di belakang Kantor Geuchik tidak hadir.
“Dengan ketidak hadiran ketua BUMDes Doli Mansyah Siregar, membuat warga yang menghadiri rapat pertanggung jawaban BUMDes. Kecewa, karena semenjak terbentuknya BUMDes tahun 2019, di sebut belum pernah mengadakan pertemuan dengan masyarakat.
Tidak ada transparan. Padahal uang itu bukan untuk pribadi mereka, itu uang masyarakat. Seharusnya mereka (Pengurus BUMDes) transparan. Agar jangan ada kecurigaan masyarakat bahwa dana BUMDes tahun 2019 telah meraka salah gunakan,” cetus warga dalam rapat tersebut.
Said Ahmad (Walet) pada saat menghadiri Musyawarah sangat menyayangkan, apa yang kita mau pertanyaan karena yang hadir semua ini tidak tau apa – apa, oleh karena itu dirinya meminta, Musyawarah Desa Pertanggung Jawaban BUMDes untuk di tunda. Karna Pak Geuchik selaku Ketua Pembina harus bertanggung jawab. Apa bila sekali lagi Musyawarah Desa Pertanggung Jawaban BUMDes Ketua BUMDes tidak mau hadir harus di laporkan ke penegak hukum.
“Nanti setelah kita laporkan ke penegak hukum akan kita ketahui siapa yang bermain dengan dana BUMDes apakah Geuchik selaku Ketua Pembina ataupun Ketua BUMDes,” tegas Walet.
Sementara itu, menyangkut dengan tidak hadirnya Doli Mansyah Siregar pada musyawarah Pertanggung Jawaban BUMDes Bina Karya Mandiri selalu ketua BUMDes tahun 2019. Media ini melakukan konfirmasi melalui seluler WhatsApp meminta untuk bertemu namun Doli Mansyah Siregar mengelak dengan berbagi alasan.
Melihat sikap Doli Mansyah Siregar selalu BUMDes Bina Karya Mandiri Gampong Jawa, tidak mau di temui oleh awak media, patut diduga ada yang tidak beres dengan BUMDes yang di kelolanya. (MR/DANTON)
