Kesadaran Vaksinasi Masyarakat Rendah, Kades Caruban Jemput Bola
METRORAKYAT.COM, KENDAL – vaksinasi menjadi benteng pertahanan tubuh sekarang ini masih dianggap sebuah kewajiban. Padahal, pemberian imunisasi atau tindakan pencegahan terhadap penyakit harus menjadi hak masyarakat untuk mendapatkannya.
“kita bicara vaksinasi ini masih sejalan dengan yang diprogramkan pemerintah agar terhindar dari segala penyakit,” ungkap Dyah Tin Agustina SH,Selaku Kepala Desa Caruban Kecamatan Ringinarum,Kamis (17/6/20212).
Menurut Dyah, tantangan yang dihadapi dalam membangun kesadaran dalam melakukan vaksinasi, salah satunya adalah masih minimnya edukasi serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya langkah pencegahan penyakit.
“Tantangan pencegahan penyakit melalui vaksinasi juga terpengaruh kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan untuk kekebalan tubuh anti-,” ujar Dyah
Semoga Virus varian baru COVID-19 Delta ini sirna dari bumi Nusantara.
Dokter kepala pukesmas Ringinarum Endah puspita Rini dalam ini menjelaskan, kehadiran vaksinasi lansia di kurang maksimal kenyataan sebenarnya berbeda kami bersama desa dan babinkamtibmas sampai jemput bola ingatkan warga bahwa pentingnya Vaksinasi
“Dari Target 100% persen yang kami harapkan hanya 52 %,”ujar Rini.
Perlu diketahui, adapun yang disebut anti-vaksin sendiri sebenarnya mereka yang ragu terhadap vaksin-vaksin tertentu namun antipati terhadap seluruh vaksin kami tepis dan kuatkan kesadaran masyarakat.
Mengajak seluruh kalangan yang peduli terhadap vaksinasi untuk bersama-sama membangun awareness atau kesadaran terhadap pentingnya vaksinasi itu sendiri.Imbuh Kepala Desa Dyah yang juga pernah menjadi Polisi membidangi kehumasan.
“Misi kami, berfokus pada edukasi kepada masyarakat dan petugas, serta media mengenai pencegahan penyakit, khususnya yang diakibatkan oleh penyebaran virus yang berbahaya melalui vaksinasi,” pungkas Dyah.
Hadir dalam vaksinasi massal, Kapolsek Gemuh, Forkompincam dan petugas medis Puskesmas Ringinarum. (mr//siva zou)

