Pemerintah Pusat Terus Berupaya Mengantisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran
METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama para menteri antara lain Menteri Kesehatan, Menteri Perekonomian, Menteri Perhubungan dan Satgas Covid-19 bersama seluruh elemen baik TNI dan Polri serta para petugas Nakes dan para pimpinan daerah dan pusat terus melakukan upaya untuk menurunkan penyebaran Virus Corona segera apalagi pasca lebaran Mudik baik ke Ibu Kota Jakarta maupun daerah lainnya di Indonesia.
Target dalam menganani pandemi Covid-19 di Indonesia maupun dunia, yaitu mengurangi laju penularan, sehingga tidak membebani sistem kesehatan, dan yang terpenting untuk melindungi kelompok rentan dari fatalitas resiko akibat Covid-19.
Secara empiris, seperti yang terjadi pada tahun 2020, pergerakan masyarakat diikuti dengan pola peningkatan kasus terkonfirmasi positif, yang mengakibatkan melonjaknya keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit, bahkan memicu tingginya kematian dokter dan tenaga kesehatan.
Meski saat ini control variable Covid-19 menunjukkan tren positif, namun perlu kewaspadaan terhadap terjadinya peningkatan jumlah kasus secara signifikan selama satu bulan terakhir di beberapa provinsi di Sumatera, serta potensi penyebaran varian B1617 (India) yang mayoritas terdeteksi di Sumatera Selatan.
Karena itu, seiring terjadinya pergerakan penduduk sebelum dan selama libur Idul Fitri 1442 H, serta mengantisipasi terjadinya pingpong kenaikan kasus di Sumatera dan Jawa yang saat ini sedang melandai, pemerintah kembali menerapkan sejumlah kebijakan untuk mecegah peningkatan kasus selepas libur Idul Fitri 1442 H.
Hal ini dibahas pada acara UNDANGAN TALKSHOW “Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran” melalui live streaming dengan mengundang nara sumber antara lain, Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Letjen TNI Dr. (H.C) Doni Monardo, Ketua Satgas Covid-19/Kepala BNPB, Ir. Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Menteri Kesehatan dan sebagai moderatornya adalah Prof. Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Live Streaming dilaksanakan pada Sabtu, 15 Mei 2021 di Media Center Graha BNPB – Jakarta, pukul 11.30 WIB secara LIVE yang disiarkan melalui TV Pool dan Radio Pool dengan hak siar yang dapat dipakai untuk seluruh media. Sedangkan untuk link Zoom akan mulai dibuka pada pukul 11.15 WIB.
Pada kata pembukaannya sebagai moderator, Prof. Wiku Adisasmito kepada Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mempertanyakan tentang dampak perekonomian kwartal I dimana diketahui masih minus dampak pandemi Covid-19 dan perkembangan yang telah terjadi bagi perekonomian di Indonesia.
Airlangga Hartarto menjelaskan, bahwa pada kwartal pertama (1) diakui perekonomian Indonesia masih minus namun saat ini telah berpotensi meningkat.
“Perekonomian Di kwartal I masih minus, 0,74 minus, namun diketahui trennya kearah positip. Kita berharap kwartal ke 2 masuk jalur positip bisa mencapai 7 persen. PMI 54,76, Indek keyakinan konsumen juga normal 90 menuju 100. Import dan Eksport sudah mulai kembali, berbagai sektor juga sudah mulai kearah yang positip dan ada kenaikan yang cukup tinggi. berlanja pemerintah juga sudah mengarah ke positip. PPNBM dan PPND ditanggung pemerintah ini juga sudah terjadi kenaikan cukup tinggi,”jelasnya.
Dikatakan lagi, pertumbuhan untuk wilayah Sumatera, 0,86 persen, Jawa, 0,83 persen, Kalimantan,2,23 persen, Sulawesi, + 1,2 persen, Maluku dan Papua sudah 8,97.
Tentunya ini didorong kegiatan harga-harga komoditas baik itu sawit, karet, nikel, dan batubara. “Yang perlu dijaga kedepan adalah agar tidak terjadi lonjakan mobilitas masyarakat terutama paskah mudik saat ini,”ujarnya.
Lanjutnya, Pemerintah juga sudah mengambil beberapa langkah antara lain, adanya kewajiban bagi pemerintah untuk melakukan random test dibeberapa titik menuju Jakarta, melalui Sumatera melalui Antigen dan PCR.
Selanjutnya, Prof. Wiku Adisasmito mempertanyakan kembali tentang langkah antisipasi mobilitas masyarakat yang sudah dilakukan dan pencegahan lonjakan dilakukan dan sejauh mana aktifitas kebijakan peniadaan mudik di tahun ini.
Hartarto menjelaskan lagi, dari data awal yang mudik 7 persen atau sekitar 17 juta, namun dengan operasi ketupat dan dengan penyekatan-penyekatan yang dilakukan, dan data dari Kemenhub disebutkan sekitar 1,5 juta yang memaksa mudik, dan ini tentunya terjadi penurunan mseskipun tidak sampai 7 persen. Kebijakan mudik yang dilakukan dengan memperketat PPKM mikro, sehingga yang terdampak atau yang positip bisa dilakukan isolasi di daerah masing-masing.
“Demikian pula saat kembali ke Jakarta sudah diberikan tempat isolasi di Sumatera yakni di pelabuhan Bakahuni dan beberapa titik di pulau Jawa yang akan dipakai untuk memonitor mereka yang akan kembali ke Jakarta,”ujarnya.
Untuk total kasus yang ada saat ini, sambung Hartarto sudah mengalami perbaikan. Ada 2633 kasus, kasus aktif 5,4 persen, kesembuhan 91,8 persen dan meninggal 2,8 persen “Total kesembuhan kita masih lebih baik dari beberapa negara lain dan secara nasional sampai 13 mMei itu mencapai 29 persen,”terangnya.
Diakuinya lagi, memang ada beberapa provinsi di Sumatera yang cukup tinggi yaitu Riau, mencapai 60 persen, Sumut 57 persen, Kepulauan Riau 53 persen, Sumatera Barat 47 persen, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Barat mencapai 45 persen. Sedangkan yang harus dimonitor adalah kasus yang muncul di Sumut, Riau naik cukup tinggi, kepulauan Riau sudah mulai menurun walaupun diatas angka 100 persen, Aceh diatas 75 persen, Sumbar sudah dibawah 300 persen, Sumsel sudah diatas 130an persen, Jambi menuju 65 persen, Sumut diatas 80 persen, Bangka Belitung dibawah 200 persen, Bengkulu mendekati 40 persen dan Lampung mendekati 60 persen untuk kasus harian.
“Walaupun angka relatif menurun, namun peningkatan ini perlu tetap diwaspadai, dan penyekatan yang dilakukan tentu terbukti lebih efektif dari pada tahun lalu. Kemudian dengan langkah-langkah mandatori test yang diberlakukan, ini mulai tanggal 15 Mei PCR dan swab test, dan dilakukan random test untuk pulau jJawa di 21 titk yang menuju ke Jakarta, diharapkan dapat memonitor mobilitas masyarakat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di ibu kota maupun di wilayah lain,”terangnya.
Selanjutnya, Moderator memberitahukan bahwa dari Survei yang didapat diketahui ada sebanyak 1,5 juta pemudik sementara hasil survei menunjukkan hasil yang cukup besar. Wiku pun meminta tanggapan dari menteri Perhubungan untuk menjelaskan hal tersebut.
Di Ngurah Rai Bali bersama juru bicara, Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi menjelaskan yang sudah dilakukan adalah koordinasi dan kolaborasi. Hal ini untuk mempermudah mendapatkan hasil yang maksimal.
“Pra mudik 20 sampai 5 mei, dan pasca Idul Fitri 1442 H, dalam survei kita dapat mengambil langkah bagaimana untuk memperoleh cara agar melakukan penurunan peregerakan covid-19. Litigasi dan antisipasi yang dilaukan dari survei kita dapat lihat, kalau dibiarkan 33 persen akan mudik, jika dilarang turun 11 persen, dilakukan penyekatan turun lagi 7 persen, dan ketika melakukan aksi-aksi, maka turun lagi menjadi 1,5 juta lebih sedikit,”katanya.
Menurut menteri Perhubungan, langkah yang dilakukan cukup efektif untuk mengurangi penurunan penyebaran Covid-19. Hasilnya, di sektor udara, laut dan kereta api turun 10 persen. Tapi kumulasi dari pergerakan ini adalah kurang lebih 55 persen. dari hari, pra dan peniadaan.
“Kami akan konsisten dan hari ini akan melakukan survei ke terminal juga seperti di Ngurah Rai bagaimana pergerakan itu, dan bagaimana kita secara efektif melakukan testing anti gen di beberapa tempat,”sebutnya.
Dari keterangan yang dia peroleh dari menteri perhubungan disimpulkan lagi bahwa tentang adanya kebijakan pemerintah untuk peniadaan mudik membawa angin segar dimana penurun pemudik juga turut menurun, dan hanya kurang dari 10 persen dari target 7 persen. Untuk itu kementerian perhubugan telah melakukan screaning, Random Test dan Mandatori Test, terutama di 21 titik tol di pulau Jawa dan ini akan diperlakukan mulai saat ini sampai pada tanggal 1 dan 17 Mei 2021.
Ditambahkannya, dampak dari larangan mudik dengan melakukan penyekatan tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya Covid baru baik di daerah-daerah asal maupun di daerah di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
“Makanya dilakukan testing di tempat-tempat tertentu yang sensitif,”sebutnya.
Menteri Perhubungan juga menambahkan, memberikan mandatori di dua (2) tempat yaitu: antara jawa dan Sumatera dan antara Bali dan Jawa. Ini akan menjadi mandatori dan bahkan menteri kesehatan pun memberikan subsidi atas antigen di beberapa tempat itu dan termasuk juga di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat akan dilakukan testing itu baik di kota-kota dan rest area.
“Dan kita akan melakukan testing itu di jalan arteri yakni di Pulo Gadung. Ini yang akan kita lakukan selama 2 hari ini,”terang Budi.
Letjen TNI Dr. (H.C) Doni Monardo, Ketua Satgas Covid-19/Kepala BNPB pada kesempatan itu juga menjelaskan, di pelabuhan Bakahuni hari ini juga telah dilakukan pengetatan masuknya orang ke pulau Jawa. Sesuai dengan perintah presiden untuk memastikan instrumen pemerintah, baik pusat maupun daerah agar dapat bekerja secara terintegrasi melalui kaloborasi dan kunjungannya ke Bakahuni bersama seluruh instansi dari pusat dan daerah telah berkolaborasi termasuk TNI dan Polri.
“Kapolda Lampung yang diberikan kewenangan oleh satgas pemerintah provinsi Lampung sebagai ketua gugus tugas khusus, untuk menghadapi atau mengantisipasi arus balik pasca Hari Raya Idul Firti dan wakilnya adalah Danrem dan semua nya bekerja dengan satu komando,”katanya yang juga pada kesempatan itu turut di dampingi sekda Lampung, Fahrizal, Kapolda Lampung,Irjen Hendro dan Danrem Garuda Hitam, Brigjen Yoga dan Asop Panglima TNI Mayjen Safruddin, Karobin Ops Polri, Roma Hutajulu serta Dodi Ruswandi Deputi, dan GM Pelabuhan Bakahuni.
Dijelaskan lagi, bahwa terhitung hari ini (Sabtu/15/5) dilakukan pengetatan masuknya orang ke pulau Jawa. Sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan, pihak nya bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Lampung dan pihak Nakes ada stok rapid test antigen di BPKB, 50 ribu, dinkes 12 Ribu dan telah terdistribusi. Dan saat ini pelabuhan Merak ke Bakahuni sedang dalam perjalanan sebanyak 200 Ribu rapit test antigen.
“Dari data yang diketahui melalui SDP dan GM pelabuhan Bakahuni, ada sebanyak 44014 orang yang telah melakuka perjalan dari Merak ke Bakahuni dan akan kembali tidak dalam waktu lama. Antisipatif sudah dilakukan untuk meningkatkan SDM yang ada, temasuk petugas swab daru pusat dan daerah dan mengoptimalkan Feri 65 unit, 7 Dermaga, dan logistik semua pos pemeriksaan di jalan tol dan luar dermaga,”ujarnya.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan dapat dioptimalkan dan memastikan tempat isolasi, bagi yang reaktif setelah di antigen, jika pemerintah lampug sudah siap, manakala ada pelaku perjalana mengalami gejala harus dirawat di Rumah Sakit, Provinsi Lampung akan meyediakan hotel atau Losmen.
” Seluruh rumah sakit di Lampung disuruh mempersiapkan diri. Data dari Menko, betul Sumatera mengalami tren kenaikan selama sebulan ini, semnetara jawa melandai. Upaya pemerintah untuk melakukan penyekatan diharapkan bisa berhasil, Kalbar beberapa bulan terakhir ada menerima beberapa pekerja migran dari Malaysia dan ada yang positip covid setelah dipriksa,” jelasnya berharap agar terus waspada dan mengantisipasi.
Dijabarkan, sebanyak 44 ribu orang yang telah menyeberang ke pulau Sumatera dalam jelang lebaran Idul Fitri dari pulau Jawa. Dan ini adalah hari koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari para pemudik.(mr/red)
