Listrik Tidak Pernah Padam Saat Bulan Ramadhan, Warga Apresiasi Pelayanan PLN Tanjung Balai Karimun
METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Tiga hari setelah hari raya Idhul Fitri, sekelompok warga tampak memperbincangkan pelayanan PLN di Tanjung Balai Karimun. Salah seorang warga berinisial S (41) warga kelurahan Sungai Pasir kecamatan Meral, dengan wajah ceria mengatakan kepada metrorakyat.com, untuk kali ini, PLN Karimun boleh tahanlah dibanding dua tahun lalu, selama bulan Ramadhan tidak ada pemadaman, apalagi dimalam hari. ” Maka saya sangat mengapresiasi kinerja PLN Karimun saat ini,”ujar S, Sabtu (15/5/2021).
Secara terpisah, Kepala PLN Tanjung Balai Karimun ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Jaswir mengaku, selama kepemimpinan beliau tetap berorientasi terhadap pelayanan kepada konsumen, dan disaat bulan Ramadhan kemarin juga PLN telah mengantisipasi segala hal yang berpotensi untuk terjadinya pemadaman, pihaknya juga turut berkordinasi dengan pemkab Karimun lewat instansi terkait untuk bersama-sama melakukan pemangkasan dahan ataupun batang pohon yang berada disekitar aliran arus listrik, untuk tidak mengganggu penyaliran jaringan arus listrik kerumah konsumen.
Jaswir menambahkan lagi, pemadaman itu pada saat saat tertentu harus ada, tidak mungkin tidak ada. “Karena kita harus melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan, namun kita akan atur waktu, jangan sampai mengganggu jam kerja dikantor kantor, maupun para pedagang dipasar, sehingga kita akan atur waktunya dan apabila dibutuhkan waktu yang lumayan lama dalam melakukan peebaikan, kita akan adakan pemberitahuan sebelum dilakukan pemadaman,”ujarnya.
Tiang PLN tidak boleh ditempel kabel Internet dan kabel TV karena mengganggu
Supervisor layan jaringan PLN Karimun, Johari Nainggolan, juga memberikan statement terhadap peningkatan pelayanan PLN Karimun. Ditegaskan lagi, bahwa sangat berbahaya jika di tiang PLN juga ada terpasang kabel TV dan kabel Internet, sehingga tindakan tegas juga harus dilakukan untuk memutus kabel internet dan kabel televisi yang menempel di tiang PLN, karena hal itu akan mengganggu pihaknya dalam melakukan perbaikan ketika ada gangguan.
“Salah seorang pengusaha TV kabel, saya paksa untuk melepaskan kabelnya dari tiang listrik sendiri, bahkan kami siap juga untuk mengeksekusi, karena itu sudah melanggar aturan, bagaimana jika kalian kesetrum ketika memanjat tiang listrik?, Kalian tanpa alat pelindung diri (APD), jadi sangat bahaya,” imbuhnya.
Dari pantauan metrorakyat Karimun, pelayanan PLN Karimun juga layak diapresiasi, dikarenakan pelayanannya tampak telah menerapkan WBK (wilayah bebas korupsi), hal itu tampak ketika pihak PLN memasang kembali meteran listrik dikantor metrorakyat Karimun, tanpa adanya menerima imbalan uang sebagaimana yang terjadi beberapa tahun sebelumnya di Karimun, namun pihak PLN sekarang ini selalu stanby ketika ada gangguan layanan arus listrik. (MR/Lamhot)
