Kearifan Lokal Micro Lockdown Bang Ali Patut Ditiru
METRORAKYAT.COM, MEDAN – M Ali, tokoh masyarakat yang mendapat apresiasi saat dilangsungkannya rapat koordinasi via vicon zoom bertajuk “Strategi “Micro Lockdown” Tingkat RT Menghadapi Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri”, Selasa malam (11/05/2021).
Siapa M Ali ? Pria bertubuh tambun ini adalah warga masyarakat di RT 04 Kelurahan Payo Selincah Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Provinsi Jambi.Kenekadannya menerapkan karantina di tingkat rukun tetangga (RT) di lingkungannya menjadi menu khusus dalam diskusi malam itu.
Vicon zoom tersebut dihadiri Menteri Kesehatan, Budi G Sadikin, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional, Letjen TNI Dr. (HC) Doni Monardo , Pj.GUbernur Jambi, Dr Hari Nur Cahya Murni M.SI, Walikota Jambi,Dr H Syarif Fasha ME, Kepala Kepolisian Daerah Jambi Inspektur Jenderal Rachmad Wibowo, Komandan Resor Militer 042/Garuda Putih Brigadir Jenderal TNI M Zulkifli, Kadiskes Jambi, Dr H Ida Yuliati MHKes, puluhan peserta dan peserta Fellowship Jurnalis Perubahan Perilaku (FJPP) se-Indonesia.

Moderator acara dr Alexander K Gintings saat itu memberikan waktu kepada M Ali – akrab dipanggil Bang Ali – sekira 10 menit menceritakan pengalamannya menggagas langkah kilat sekaitan dengan warga tetangganya yang terpapar virus korona.
Kejadian bermula saat acara punggahan dalam menyambut bulan Ramadhan. Satu keluarga yang ikut dalam acara tahunan itu mengalami sesak nafas. Diduga hal itu akibat virus korona yang terbawa seorang warga yang baru pulang dari perjalanan dari Kepulauan Riau.Saat sipenderita sesak nafas itu dibawa ke RSUD Thaher, hasilnya positif. Ternyata bukan seorang itu saja. Seterusnya bergantian, keluarga lain merasa pusing dan muntah – muntah.
Bang Ali merespon dan mengerahkan seluruh tetangganya mengikuti uji usap di RS Bhayangkara Jambi. Luar biasa, virus secepat kilat menyebar kepada 52 warga RT 004, Kelurahan Payo Selincah dan 28 orang dipastikan terpapar Covid-19. Warga yang positif terpapar tersebut dirujuk ke RSUD Abdul Manap.Tak lama dirawat secara medis di rumah sakit rujukan itu, Bang Ali memberanikan diri meminta izin dokter membawa warga tadi menjalani isolasi mandiri di RT.
Semua warga dimintanya mematuhi saran dengan mengisolasi diri di tempat masing-masing. Sejalan dengan itu, seluruh sarana publik yang ada ditutup sekaligus akses masuk ke lingkungan penduduk dipasangi spanduk bertuliskan ”Anda Memasuki Zona Merah Covid-19”.
Aktifitas masjid menjadi sepi dari salat berjamaah apalagi tarawih.Apa boleh buat, ementara waktu ditiadakan.Sama persis dengan pembelajaran daring. Musibah warga terpapar Covid-19 selanjutnya dijawab dengan dilakukannya karantina ketat dan penanganan yang komplit.
Bang Ali menceritakan, setiap pagi warga yang negatif terpapar COVID-19 harus melaksanakan senam bersama di tengah lapangan di bawah matahari pagi. Saat bersamaan, warga yang sedang menjalani isolasi mandiri wajib pula berjemur di halaman rumah. Usai dengan aktifitas berjemur,warga diminta kembali ke kamarnya masing – masing. “ Melalui protokol kesehatan yang ketat itulah, praktis tak ada lagi penularan dan 12 warga dinyatakan sembuh , “ ujar Bang Ali.
Dalam suasana penerapan karantina ketat bersama faslitas umum yang ditutup, pengiriman logistik terus mengalir bagi warga yang terpapar. Hal itu sangat meringankan beban warga yang sedang diisolasi membuat mereka tidak merasa menanggung beban pribadi.Bahkan secara psikologis mereka merasakan dukungan moral tiada henti dari semua warga
Langkah yang dilakukan Bang Ali tersebut seakan implementasi Surat Edaran Gubenur Jambi, 22 April, tentang Tindak Lanjut Menteri Dalam Negeri tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.
“ Semuanya kini senang dan bersyukur bebas dari COVID-19. Meski demikian saya mengimbau semua yang sudah sehat jangan jumawa dan bangga. Tetaplah menerapkan protokol kesehatan dan menaikkan imun tubuh dengan asupan vitamin. Atas nama warga saya ucapkan terima kasih kepada stake holder sebab tanpa dukungan moril belum tentu semuanya tercapai. Semoga bantuan itu menjadi ladang amal karena empati kepada kami, “ ujar Bang Ali.
Tak lupa Bang Ali bermohon kepada masyarakat khususnya di Jambi dan warga Indonesia umumnya agar tetaplah menerapkan protokol kesehatan setiap hari , sebab tanpa itu akan sulit memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Terharu
Mendengar paparan Bang Ali , Menkes Budi G Sadikin menyatakan apresiasinya. “ Saya diminta Pak Doni mendengarkan paparan dan saya terharu. Kasusnya ternyata meningkat di Pulau Sumatera, “ ujar Menkes mengawali kesempatannya.
Menkes berpesan, ada dua hal yang menjadi target guna mengurangi laju penularan COVID-19. “ Dua pesan saya, pertama disiplin pakai masker atau protokol kesehatan dan kedua kalau ada kasus terkonfirmasi harus dicari kontak erat dan dites. Kalau positif lakukan isolasi, “ujarnya berkali-kali.
Diakuinya, mengajari masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan memang susah. Namun itulah yang mesti dilakukan dalam semua tingkatan mulai dari pusat sampai ke pelosok daerah.
Ditiru
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo menyebutkan penerapan karantina sejak tingkat rukun tetangga atau RT dapat menjadi contoh nasional.Pemerintah daerah dan masyarakat perlu bahu-membahu mengantisipasinya.
Ia juga memuji langkah – langkah cepat yang dilakukan Bang Ali. Model kolaborasi dengan kerelaan lockdown (model pentahelik) bisa menginspirasi bangsa. “ Figur Bang Ali sangat penting. Sebab langkahnya sangat sesuai dengan kearifan budaya , muatan lokal dan gotong royong. Micro lockdown RT Payo Selincah Jambi RT 04 Kel Payo Selincah yang dilaksanakan Bang Ali patut ditiru,”ujarnya. ( Pemred metrorakyat.com Drs. Jenda Bangun )


