Ikatan Remaja Masjid Desa Manggungsari Gelar Lomba Gema Takbir Konten Video Grafis, Sesuai Prokes
METRORAKYAT.COM, KENDAL – Ikatan Remaja Masjid Nurul Huda, Dukuh Manggung, Desa Manggungsari, Kecamatan Weleri, mengadakan kegiatan penilaian kreasi Gema Takbir di Masjid Nurul Huda, Masjid Nurul Huda, Mushola Nurul Hikmah, mushola Rodhlotul Mu’minin, Mushola Al-Hidayah, Mushola Al-Mutaqin, mushola Al-Ikhlas yang berada di Desa Manggungsari
Rabu malam (12/5/2021).
Rondoni Salah Satu Pengurus mengatakan Kegiatan ini bekerja sama dengan Banom NU Ranting Desa Manggungsari untuk penilaian Konten Video Grafis Diacara Gema Takbir Juri Dari PAC NU Kecamatan Weleri serta Tokoh masyarakat.
“Kegiatan ini melibatkan semua pihak Tim Satgas Covid-19 serta gunakan Masker dan Henitazer,”katanya.
Ketua Irmanda Desa Manggungsari, Mustafa menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang lomba saja. Meski dalam pelaksanaan ada penilaian dan apresiasi.
Namun menurutnya, kegiatan ini lebih kepada menekankan ukuwah Islamiyah dan mengobati rasa rindu warga, akan takbir Lebaran di masa pandemi.
“Kegiatan seperti ini sudah lama dilakukan di dukuh kami, yang dilaksanakan oleh remaja masjid. Dengan menilai lantunan takbir yang dikolaborasikan dengan berbagai gaya dan kreasi,” terangnya kepada wartawan.
Menurut Mustafa, kegiatan ini diikuti oleh tim takbir dari tujuh Musala dan satu masjid. Masing-masing tim terdiri atas 20-30 personel.
Namun menurutnya karena saat ini masih di masa pandemi, jadi kegiatan festival gema takbir dibatasi dan mengedepankan protokol kesehatan.
“Jadi meski dalam masa pandemi, warga Dukuh Manggung, Desa Manggungsari, Weleri ini tetap bisa berkreasi dalam mengumandangkan takbir. Kegiatan kali ini sedikit dari masyarakat dan pemerintah desa sangat mendukung. Mungkin karena rindu, tahun kemari tidak dilaksanakan, karena awal pandemi,” ungkapnya.
Saat ditanya apa saja kriteria yang dinilai oleh penitia penyelenggara dan tim juri, menurut Mustafa ada tiga.
Yang pertama dinilai, apakah tim menerapkan protokol kesehatan. Yakni dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tanga.
“Penilaian selanjutnya terkait dengan dukungan dan antusiasme warga. Sedangkan penilaian ketiga terkait kreatifitas, dari seni, kekompakan dan kerapian, serta kerajinan yang ditampilkan,” jelas Mustafa.
Ia pun mengaku jika pelaksanaan kegiatan kali ini didukung oleh Banom NU Ansor Banser dan Upzis serta didukung penuh oleh Pemerintah Desa Manggungsari.
“Alhamdulillah kegiatan kami ini didukung oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Manggungsari Kecamatan Weleri. Harapannya dengan kegiatan ini kreasi tetap tumbuh meski di tengah masa pandemi,” pungkasnya.(mr/syi)

