BSI Dukung Program Guna Penguatan Pemberdayaan Masjid
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat terus memperluas jangkauan dukungan serta pendampingan pemberdayaan masjid di Medan.
Penguatan maupun pendampingan bertempat di Masjid Darul Jalal, Jalan Taut/Sukaria, Kel. Sidorejo, Kec. Medan Tembung, Medan. Kegiatan dihadiri oleh RCEO 2 Bank Syariah Indonesia Wisnu Sunandar, jadir Walikota Medan Bobby Nasution beserta jajarannya, Ketua MUI Medan, tokoh masyarakat dan masyarakat areal Masjid Datul Jalal.
BSI mendukung program penguatan maupun pendampingan Masjid Mandiri yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Program tersebut salah satu komitmen Pemko untuk memperkuat peranan maupun fungsi masjid yakni memaksimalkan potensi dan peranan masjid yang tidak hanya sekedar tempat ibadah, melainkan sarana pemberdayaan umat dari sisi sosial ekonomi, budaya dan pendidikan.
Masjid yang berperan menjadi penting jika dikelola dan dikembangkan secara tepat, transparan yang sesuai prinsip syariah.
Dukungan atas partisipasi Bank Syariah Indonesia melalui program Masjid Mandiri diberikan dalam bentuk pemberdayaan usaha masyarakat dengan penyediaan ATM beras untuk dhuafa, pengadaan 5 kios/gerobak usaha bagi UMKM binaan masjid, 1 ton beras dhuafa, digitalisasi penyaluran ZISWAF masyarakat melalui aplikasi QRIS BSI yang dapat menyalurkan ZISWAF sesuai nominalnya, dimanapun dan kapanpun.
RCEO 2 Bank Syariah Indonesia Wilayah Medan, Wisnu Sunandar mengatakan kesiapan BSI sebagai partner perbankan syariah yang memfasilitasi kebutuhan layanan syariah untuk masjid diantaranya digitalisasi penghimpunan ZISWAF, pendampingan sosial ekonomi dan CSR lewat zakat perseroan.
“Semoga BSI dapat memberikan manfaat dari sisi bisnis syariah dan pemberdayaan ekonomi umat di Medan,” imbuh Wisnu Sunandar.
Walikota Medan Bobby Nasution mengharapkan 4 bidang yang bisa dijalankan dalam program Masjid Mandiri ini meliputi bidang pendidikan diantaranya Maghrib Mengaji, fasilitas ramah anak, taman baca islam, bidang ekonomi melalui pembentukan koperasi simpan pinjam,
penyediaan kebutuhan pokok, pembentukan unit usaha lainnya.
Bidang sosial diantaranya membantu masyarakat kurang mampu di sekitar masjid, membantu pendidikan anak yatim, pengadaan ATM Beras dan bidang kesehatan yakni pembangunan klinik dan perawatan jamaah lanjut usia.
Lebih lanjut Bobby menyampaikan bahwa fungsi masjid akan kami luaskan dan berdayakan menjadi Masjid Mandiri bagi masyarakat sebagai pusat ibadah,ekonomi,pendidikan, kesehatan, dan digitalisasi masjid bagi masyarakat medan.
“Tentunya kami dari pemerintah kota membutuhkan sinergi yang baik dari seluruh stakeholders agar peran masjid mandiri menjadi pusat kebaikan terwujud,” katanya. (MR/156)
