Terkait Pencopotan Kadis Kesehatan Medan, Ini Tanggapan Komisi II DPRD Medan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Walikota Medan Bobby Afif Nasution mencopot Kepala Dinas Kesehatan kota Medan, Edwin Effendi ditanggapi anggota Komisi II DPRD Kota Medan, salah satunya adalah Drs.Wong Chun Sen Tarigan.MPd.B dari Fraksi Partai PDI Perjuangan Kota Medan.
Menurut Wong Chun Sen, bahwa Walikota Medan menunjukkan keseriusan untuk membenahi kota Medan dengan berkolaborasi dengan semua instansi. Namun, jika memang tidak mampu bekerjasama dan mengikuti kinerja maupun program dari Walikota Medan, wajar bila dikeluarkan kebijakan yang tujuannya adalah bagi kemajuan kota Medan.
” Selama ini tidak ada pemimpin yang berani melakukan tindakan tegas bagi para kepala Dinas yang dinilai tidak baik dalam bekerja. Saya juga melihat kinerja Edwin Effendi sejak memimpin Dinas Kesehatan tidak ada yang luar biasa. Malah sebagai Kadis, Edwin juga sulit sekali untuk dihubungi ataupun berkomunikasi. Sementara sangat banyak permasalahan kesehatan yang perlu diketahui oleh mantan Dirut RSUD dr.Pirngadi tersebut,”terang Wong. Rabu, (28/4).
Menurut anggota DPRD Kota Medan dari Dapil 3 tersebut, selain sulit berkomunikasi, Edwin juga dinilai orangnya kurang kooperatif.
” Kita apresiasi Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution yang berani mencopot Kadis Kesehatan Kota Medan tersebut. Kenapa tidak sebelumnya saja kadis itu dicopot agar terlihat perubahan termasuk pelayanan kesehatan di Kota Medan ini,”ungkapnya.
Sambung Wong Chun Sen lagi, sebagai Wali Kota Medan, tentunya Bobby Nasution tidak gegabah dalam mengeluarkan kebijakan apalagi melakukan pecopotan seperti Lurah Sidorame Timur dan Kadis Kesehatan Kota Medan.
“Ini tentunya sudah lama menjadi penilaian dan evaluasi Wali Kota Medan. Jadi jangan karena dicopot langsung merasa ada ketidakadilan yang dilakukan oleh Wali Kota Medan. Ini tidak ada hubungannya Kadis Kesehatan Kota Medan yang adalah juga merupakan besan dari anggota Komisi III DPR-RI, Muhammad Syafii, apalagi sampai menuding Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution sudah berbohong terkait alasan pencopotan Edwin Effendi sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, jadi tidak perlu terlalu dibawa kearah politis, yang penting saat ini mari kita sama-sama mendukung agar Kota Medan dapat berubah dari sebelumnya,”terang ketua Taruna Merah Putih Kota Medan ini lagi.
Ditengah pandemi Covid-19 yang masih belum usai, Kota Medan juga dinilai salah satu yang masih memerlukan perhatian khusus dan perlu campur tangan semua pihak agar kota Medan dapat segera berubah menjadi zona hijau.
“Namun, kita juga selaku wakil rakyat tidak ada melihat terobosan dari Edwin Effendi sejak memimpin Dinas Kesehatan Medan apalagi disituasi pandemi Covid-19 saat ini, meskipun semua tidak menjadi tanggungjawab dinas Kesehatan, namun ada banyak permasalahan terkait kesehatan yang mana Kadis Kesehatan dinilai sulit diajak komunikasi dan kurang kooperatif,”sebut Wong.
Lambannya kinerja Kadis Kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19 sambung Wong Chun Sen merupakan bentuk penilaian dari Wali Kota Medan selaku pimpinan di Kota Medan yang juga tentunya sudah mempertimbangkan kebijakannya tersebut.
“Yang penting bagi dinas-dinas lainnya, silahkan bekerja sebaik mungkin, ini saat nya kota Medan dipimpin oleh orang-orang yang tepat untuk merubah citra kota Medan. Kalau ditanya kepada kami komisi II DPRD Kota Medan, sebenarnya sudah lama meminta agar Edwin Effendi selaku Kadis Kesehatan Kota Medan segera dicopot, dan Bobby Nasution lah yang mampu melakukannya,”pungkas wong Chun Sen.
Seperti diketahui, terkait pencopotan Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, dua wakil rakyat di Senayan Jakarta mengomentari sikap Wali Kota Medan Bobby Nasution terkait pemecatan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Medan. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta Bobby bijak menerima kritikan, sedangkan Pimpinan Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Junimart Girsang memuji keberanian Bobby. Sementara itu, anggota DPR RI Fraksi Gerindra Romo HR Muhammad Syafi’i terlibat saling sindir dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution terkait pemecatan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Medan tersebut.
Ketegangan di antara keduanya merupakan buntut pencopotan Kadis Kesehatan Medan Edwin.
Dilihat dari detikcom, Selasa (27/4), sindiran terhadap Bobby itu disampaikan Romo Syafi’i lewat akun Instagram @romo.syafii. Dia mengatakan Bobby sudah ketularan kebiasaan berbohong.
“Ternyata Bobby sudah ketularan kebiasaan berbohong di awal masa jabatannya terkait dengan pencopotan Kadis Kesehatan Medan,” tulis akun tersebut.
“Katanya telah mengingatkan berkali-kali Kadis soal COVID-19, padahal itu tidak dilakukannya, apalagi dia baru saja menjabat Wali Kota Medan,” tulis akun itu. “Tetapi itu digagalkan Bobby dengan kerumunan masa kampanye Wali Kota Medan, kerumunan di Kesawan setiap malam tanpa prokes,” tulisnya.
Bobby Nasution pun membalas posting-an Romo itu. Melalui akun Instagram miliknya, @bobbynst, Bobby menyebut Kadis Kesehatan yang dia berhentikan merupakan keluarga Romo Syafi’i.
“Saya tau pak KADIS KESEHATAN yg saya BERHENTIKAN merupakan BESAN dari bapak ROMO, tapi ini sudah ada dasarnya dari INSPEKTORAT KOTA MEDAN,” balas Bobby dengan akun resminya.
Memuji
Sedangkan Pimpinan Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Junimart Girsang memuji keberanian Bobby memecat Kadis Kesehatan Medan.
“Urusan pemerintahan di Kota Medan adalah tanggung jawab Wali Kota Medan. Wali kota, dalam mengambil sikap untuk merotasi OPD, tentu sudah melalui tahapan yang matang dan cerdas, dalam rangka mewujudkan pemerintahannya bisa bersinergi membangun Kota Medan. Pembangunan akan bisa terwujud bila SDM yang di bawahnya mendukung program wali kota,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR, Junimart Girsang, kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).
Junimart melihat Bobby saat ini sedang membenahi SDM Pemkot Medan. Dia mengambil contoh ketika Bobby langsung mengganti lurah yang ketahuan mengambil pungli.
“Bobby saya lihat sedang dalam posisi itu, pembenahan SDM. Sebagai contoh, ketika dia mendapat informasi adanya praktik pungli di Kelurahan Sukadame Timur, Medan, langsung ke kelurahan dan menemukan fakta dari laporan itu. Bobby langsung mengambil tindakan konkret mengganti lurah tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Junimart menilai ketegasan Bobby merupakan bagian dari semangat ‘membersihkan’ kota Medan. Begitu juga pemecatan kadis kesehatan, yang diyakini merupakan bagian dari pembenahan SDM.
“Ini menunjukkan semangat dan ketegasannya untuk membersihkan kota Medan dari tangan-tangan pemimpin yang bekerja tidak sesuai dengan aturan dan mempermalukan wali kota. Pemutasian Kadis Kesehatan dan kadis lainnya menjadi hak prerogatif wali kota sesuai tupoksi berdasar asas-asas pemerintahan yang baik,” sebut Junimart.(mr/red)




