Pemkab Karimun Bicara Pendistribusian Tidak Tepat Sasaran dan Pemangkasan Kuota Gas Elpiji 3Kg, Pulau Kundur Aman-aman Saja
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan ESDM Muhammad Yosli tampak telah bicara terkait kelangkaan gas elpiji bersubsidi dikarimun. Dalam Narasinya Yosli mengatakan disalah satu media online terbitan rabu 07/04, bahwa penyebab kelangkaan adalah adanya pemangkasan kuota oleh pihak pertamina dari 5000 MT menjadi 3000 an MT.
Selain pengurangan kuota, yosli juga mengatakan, pengguna gas elpiji 3 kg selama ini dikabupaten karimun, tidak hanya masyarakat miskin, melainkan juga masyarakat ekonomi menengah keatas. Sehingga dengan pemangkasan kuota ini, perihal gas bersubsidi membuming dikarimun, ungkapnya.
Pernyataan Pemkab Karimun tersebut, disambut oleh Juru Bicara Muki Kabupaten Karimun, Lamhot JF Naibaho, mengatakan kepada Metro Rakyat.com, bahwa pemkab karimun sebaiknya mencari lebih pasti apakah yang menjadi kendala atau penyebab kelangkaan gas elpiji 3kg dipulau karimun. ” Apakah memang benar kuota dikurangi? Dan jika dikurangi, apa sebab? Jangan mencuci tangan seakan sudah cek langsung ke pertamina, karena tiga hari lalu saya baru cek ke PT Kundur Mas di Kundur, management kundur mas mengatakan pendistribusian gas elpiji 3kg dikundur, tidak bermasalah, bahkan beliau mengatakan pihaknya menjual seharga Rp 24.000 kepada pangkalan, dan pangkalan menjual Rp 26.000 kepada pemakai atau konsumen. Nah..jika betul kuota dikurangi, kenapa dampak kelangkaan gas elpiji 3kg ini hanya dipulau karimun? Kenapa tidak ikut warga pulau kundur? Apakah mereka bukan warga kabupaten karimun lagi?
Masih menurut lamhot, jika pendistribusiannya tidak tepat sasaran, saya rasa sudah terlambat bung yosli bicara demikian, karena siapa yang mengawasi? Siapa yang mendata penerimaa bantuan gas elpiji 3 kg? Apakah sudah sesuai dengan data ataupun jumlah masyarakat miskin? Semuanya dilakoni oleh Pemerintah. Sehingga pemerintah jangan asal keluarkan statement, tolonglah selesaikan permasalahan ini dengan baik dan benar, apalagi ini menjelang bulan suci ramadhan, jangan sampai masalah ini berkepanjangam ujar lamhot dikantor DPD Muki Kabupaten Karimun. (Sindak)
