Gedung DPRD Sumut Jangan Jadi Gudang Ember
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kondisi gedung DPRD Sumut yang bocor-bocor, toilet yang rusak, dinding yang berlumut, menjadi sorotan masyarakat. Hal itu semakin diperparah oleh ketidakpedulian Sekretaris DPRD Sumut terhadap kondisi gedung tempat para wakil rakyat itu melakukan kerja-kerjanya.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Eksekutif Sumut Institite, Osriel Limbong, di Medan, Selasa (29/04), menanggapi berita tentang kondisi gedung tersebut yang muncul di beberapa media.
“Kondisi gedung DPRD Sumut bisa rusak seperti itu dikarenakan fungsi pengawasan dan budgedting DPRD Sumut di tahun anggaran 2020 dan 2021, sangat diragukan,” ucapnya.
Alasannya, dua tahun anggaran dialokasikan untuk rehab Kantor Gubernur Sumut yang menelan biaya lebih kurang Rp 100 miliar, sementara gedung tempat aktivitas kerja para anggota DPRD Sumut bersama eksekutif dalam menerima aspirasi rakyat guna mencari solusi disetiap persoalan rakyat, tidak tertampung dalam APBD Sumut.
Disamping itu, sambungnya, Sekwan DPRD Sumut juga tidak punya kepedulian dengan hal-hal yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Akibatnya, saat ini gedung yang selesai dibangun tahun 2011 dengan sumber pendanaan tiga tahun APBD Sumut itu, dalam kondisi tidak nyaman.
“Ketika hujan, air masuk lewat atap yang bocor, sehingga membuat kondisi sebagian ruangan atau bangunan semakin rusak dan berlumut. Jadi tidak hanya gedung dewan, tapi Gedung Paripurna juga sudah bocor-bocor. Padahal, kita paham bahwa selama ini ada dianggarkan biaya perawatan untuk gedung tersebut. Maka sangat pantaslah untuk diragukan fungsi pengawasan oleh dewan yang bertugas disitu,” tuding mantan staf ahli di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut 2000 – 2003 ini.
Kandidat Doktor Lingkungan Hidup ini mengingatkan keseriusan DPRD Sumut dalam melaksanakan tupoksinya, terutama pengawasan anggaran di Sekretariat DPRD Sumut. “Kalau instansi yang di depan mata saja tak mampu diawasi, bagaimana lagi dengan yang di belakang mata ?,” ujarnya.
Dihimbaunya kepada para legislator yang ada di “Imam Bonjol Medan” itu untuk memanggil Sekwan DPRD Sumut mempertanyakan ketidakpeduliannya terhadap kondisi gedung itu sebab menurutnya, pembiaran terhadap hal itu, sama artinya mempermalukan wajah Sumut bersama masyarakatnya.
“Semalam juga masih saya lihat ember-ember berjejer di lobby maupun di lantai dua gedung yang sebenarnya megah itu bila terawat. Jangan nanti Gedung DPRD Sumut itu menjadi gudang ember-ember,” ucapnya mengingatkan.
Ditambahkannya, bila anggaran perawatan gedung itu tidak ada di pos anggaran Sekretariat DPRD Sumut, sama artinya, Sekwan tidak memperhatikan kenyamanan kerja dewan.
“Maka dewan harus melayangkan surat lintas faksi ke Gubsu untuk mengganti Sekwan DPRD Sumut,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Nasution, maupun Wakil Ketua Komisi C, Zeira Salim Ritonga, merasa prihatin dengan kondisi gedung yang menjadi tempat mereka bertugas. (MR/Sipa Munthe)

