Dampak Masuknya Perusahaan di Kecamatan Sabulakoa, Ratusan Petani Terancam Kehilangan Mata Pencaharian
METRORAKYAT.COM, ANDOOLO – Lahan Pertanian milik Masyarakat Kecamatan Sabulakoa saat ini menjadi polemik,akibat masuknya Perusahaan PT Marketindo Selaras, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)
Diduga PT Marketindo Selaras, yang Bergerak dibidang Perkebunan tebu, berpotensi akan merusak lingkungan serta mengancam lahan pertanian Masyarakat di sekitar kecamatan Sabulakoa.
Sebelumnya Ratusan Masyarakat Kecamatan Sabulakoa pernah menolak masuknya PT. Marketindo Selaras, diwilayah Desa Wonuakoa, Desa Ulu Sabulakoa, Desa Watu-Watu dan Desa Koronua.
“PT. Marketindo Selaras, sudah berapa kali masuk untuk memasang patok hanya selalu dihalau oleh ratusan masyarakat dan beberapa hari yang lalu juga datang surat dari PBN RI yang ditujukan BPN Provinsi dan BPN Kabupaten Konawe Selatan untuk melakukan pengukuran secara tiba-tiba tanpa ada sosialisasi ataupun pertemuan dengan masyarakat setempat di kecamatan Sabulakoa,” ungkap Firman, Sabtu 10 April 2021 salah seorang Tokoh Pemuda Sabulakoa.
Firman menambahkan, Masyarakat Kecamatan Sabulakoa yang mayoritas berprofesi sebagian petani yang hampir semua dalam kecamatan itu sudah jadi lokasi lahan pertanian sehingga sudah tidak ada lahan tidur lagi dan hampir semua sudah diolah oleh masyarakat, tanaman jangka pendek seperti sayur mayur, ubi kayu dan beberapa tanaman lain.
Firman atau nama akrabnya Bung Jevin, menegaskan, Perusahaan PT. Marketindo Selaras, tidak boleh untuk masuk di Kecamatan Sabulakoa karena disana sudah tidak ada lagi lahan tidur yang bisah di kelola perusahaan,”tegasnya
Jevin yang merupakan tokoh pemuda juga berharap pada Pemda Konsel dan BPN Konsel untuk tidak meberikan izin atau melakukan pengukuran lahan untuk perusahaan tersebut.
“Pemda Konsel dan BPN Konsel untuk tidak meberikan izin atau melakukan pengukuran lahan untuk perusahaan”,harapnya.
“Sejak berita ini diterbitkan wartawan kami saat ini sedang berupaya untuk mengkonfirmasi PT Marketindo Selaras,”Pungkasnya.(mr/Edy)
