oleh

Tak Diberi Karcis, Jangan Mau Bayar Parkir

SHARE
500 views

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Dinas Perhubungan dan Transportasi Kota Langsa memberlakukan tarif resmi untuk parkir pinggir jalan. Sebagai tanda parkir tersebut resmi dikelola oleh Dishub melalui pihak ke tiga, pengguna jasa parkir berhak menerima tiket atau karcis parkir dari juru parkir.

Kepala Dishub Kota Langsa Samsul Bahri, SE mengatakan, sejak tanggal 1 Januari 2021 juru parkir yang bertugas di pinggir jalan sudah dibekali karcis parkir resmi dari Dishub Kota Langsa. Jadi, mereka harus memberikan karcis tersebut kepada pengguna parkir.

Bila juru parkir tidak bisa memberikan karcis, maka dia bukan petugas resmi. Pengguna jasa parkir pun berhak menolak untuk membayar biaya retribusi parkir.

Jadi kalau masyarakat itu tidak dapat karcis, jangan bayar parkir. Di luar yang tidak mendapatkan karcis itu berarti liar. Jadi masyarakat itu bayar parkir kalau sudah diberi karcis,” ujar Sansul Bahri Metrorakyat.com, Selasa (02/03/2021) di Kantornya.

Samsul mengatakan, sejak beberapa waktu lalu mulai Januari, pihaknya sudah mendistribusikan karcis ke CV.TransLangsa selalu pihak ke tiga yang mengelola parkir. Menurut Sansul, pemberian karcis dari juru parkir ke pengguna parkir bisa dilakukan kapan saja, misalnya sebelum kendaraan diparkir atau setelah kendaraan akan pergi.

“Itu tergantung patugas di lapangan, bebas saja. Yang penting karcis selalu diberikan kepada pengguna jasa parkir,” terang dia.

Ada pun tarif yang ditetapan Dishub melalui Peraturan Walikota Langsa Nomor 55 Tahun 2013 tentang perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Parkir Dalam Wilayah Kota Langsa layanan parkir, pemberlakuan tarif Rp 2.000 ( Dua Ribu Rupiah ) untuk mobil dan Rp 1.000 ( Seribu Rupiah ) untuk sepeda motor. Tarif itu berlaku untuk sekali parkir.

Ditempat yang sama Agus Setiawan akrab dipanggil Agus Mandor CV. Trans Langsa selaku pihak ke tiga mengatakan, pada saat ini yang sudah terdata 150 titik lokasi parkir bahu jala. Dan kepada juru parkir sudah di bekali atribut seperti Baju, Topi, Beut, dan Lampu lalu lintas Tongkat Lalin Senter.

” Begitu juga sesuai kontrak dengan Dishub melalui Notaris untuk PAD dari parkir tahun 2021 sebesar 7 Ratus Juta dan perbulan harus menyetor kepada Dishub 58 Juta, ini sudah berjal selam 2 bulan, dan Alhamdulillah mampu dijalankan,” ungkap Agus Mandor selaku pihak ketiga.

Perlu di ketahui bagi Masyarakat yang parkir harus waspada, karena bila nanti terjadi kehilangan terhadap Kendaraan, Helm dan barang bawaan lainya tidak diganti baik dari Dishub maupun dari pihak ketiga karena parki di bahu jalan merupakan parkir umum.

Lain halnya dengan parkir tertutup seperti yang dikelola oleh pihak swasta yang disetor langsung kepada pihak penerima pajak. (MR/DANTON)

Breaking News