Jemaat GKI Sion, Klasis Narwirway, Senggi dan Muara Tami Laksanakan Perpisahan
METRORAKYAT.COM, MAYBRAT – Jemaat GKI Sion Kambufatem bakal Klasis Aitiyo ditetapkan panitia rapat kerja (RAKER) ke-4 am Sinode GKI di Tanah Papua sebagai tuan rumah. Untuk itu diminta menyiapkan tempat tinggal dan akomodasi bagi peserta Raker dari Klasis Narwir way, senggi dan Muara Tami.
Jemaat GKI Sion Kambufatem antusias dan bersemangat sebagai tuan rumah dengan memberikan pelayanan kepada peserta selama Raker berlangsung. Jemaat melaksanakan ibadah perpisahan bersama dan menjamu jamuan kasih sebagai ungkapan persaudaran yang akan berpisah dan berangkat ke wilayah kerja masing – masing.
Ibadah perpisahan antarwarga jemaat serta lapisan masyarakat Aitinyo Barat bersama dengan Klasis Narwir way, Senggi dan Muara Tami,Sabtu ( 20/3/2021) di gedung Gereja Sion Kambufatem. Turut hadir dalam ibadah tersebut badan pekerja klasis Aitinyo Ananias Wataku, intelektual Aitinyoraya, peserta Raker, tiga klasis, pimpinan denominasi gereja di Aitinyoraya, tamu undangan serta lapisan masyarakat.

Ibadah tersebut diakhiri dengan penyerahan cendramata kepada tiga klasis sebagai bukti nyata pernah menginjakan kaki di jemaat Sion Kambufatem Kab Maybrat berupa Noken yang terbuat dari kulit kayu dan kain timur. Cendra mata yang diberikan saat ini merupakan alat budaya orang Maybrat yang mengambarkan serikat persaudaran dan kekompakan warga asli Maybrat untuk menyelesaikan suata problem.
Wakil ketua panitia Raker sekaligus intelektual Kab Maybrat khususnya Aitinyo raya Korneles Kambu,S.Sos,M.Si, mengatakan, terpilihnya jemaat Sion sebagai tuan rumah bukan karena ia merupakan wakil ketua namun karena letak geografis. Kone Kambu juga bermohon kepada ketiga pimpinan klasis Narwir way, Senggi dan Muara tami untuk menyuarakah dalam sidang ke-18 Am Sinode di Waropen agar BPAM Sinode menetapkan bakal klasis Aitinya menjadi klasis Aitinyo.
Kone Kambu merasa peristiwa yang terjadi berkat utusan Tuhan sehinnga berlangsung di Bumi Theofani (pintu surga) Kab Maybrat. Ia juga meminta masyarakat Kab Maybrat mengikuti jejak perbuatan orang tua yaitu menjaga kesatuan, rendah hati, kasih dan kehormatan.Itulah yang utama. dimana , tahun 1951 Pdt Ruben Rumbiak membuat mujizat dan menaruh berkat untuk Bumi Theofani sehingga kini anak-anak Maybrat berdiri dan tampil sebagai pemilpin di mana mana, pungkasnya. (mr/DEWA)
