Kebakaran Hutan Perbukitan Sibolga Selatan Kian Meluas
METRORAKYAT.COM, SIBOLGA (AEK POROMBUNAN) – Cuaca ekstrim yang terjadi Dua Bulan terakhir membuat hutan di sekitar Wilayah Sibolga rawan akan kebakaran. Sampai hari ini kebakaran hutan yang terjadi akibat Cuaca ektrim sudah beberapakali terjadi.
Kali ini, kebakaran hutan semak belukar sudah mendekati permukiman masyarakat Porombunan. Kejadian kebakaran hutan terjadi di sekitar Jln. Jend Sudirman, Lk IV, di belakang SMAN 4 Sibolga, Kelurahan Aek Porombunan, Kecamatan Sibolga Selatan Senin (22/02/21).
Atas kejadian kebakaran hutan yang terjadi di perkirakan Luas hutan yang sudah di lalap sijago merah di perkirakan seluas kurang lebih sekitar 2 Hetar dengan 5 titik Sumber Api yang kini masih menjalar ke berbagai lini.
Adapun Luas yang sudah berhasil di padamkan oleh Personil Gabungan yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan semak belukar yang terjadi di Gunung Parombunan sekitar Kurang lebih 1 Hektar.
Disebabkan kondisi semak belukar yang kini mengalami kekeringan atas kondisi Cuaca yang memang keadaan kemarau dua Bulan terakhir, maka percikan api akibat kelalaian bisa mengakibatkan hutan gampang terbakar.
Dari kejadian kebakaran hutan yang kini masih berlangsung, membuat Personil Gabungan bejibaku serta meminimalisir
agar kejadian kebakaran hutan tersebut tidak merambat ke pemukiman masyarakat.
Sampai saat ini korban atas kejadian ini masih nihil serta kerugian atas kebakaran hutan juga nihil. Pemadaman kebakaran hutan melibatkan, Babinsa Koramil 06/Kota sebanyak 4 personil, Personil BPBD Sibolga, dan Personil Damkar Kota Sibolga dan di bantu dengan Personil Sat Pol PP Kota Sibolga.
Sampai berita ini di terbitkan Sumber api masih dalam penyelidikan Polsek Sibolga Selatan.
Kebakaran masih berlangsung, BPBD dan Damkar Kota Sibolga masih melakukan monitor perkembangan Api. Kesiap siagaan mengantisipasi Hal-hal yang tidak di ingikan Damkar Sibolga menyiap siagakan 4 Unit Mobil Damkar dengan kodisi standby.
Kondisi kebakaran Hutan di Kelurahan Aek Porombunan terhambat atas medan Gunung Porombunan yang terjal. Keleluasaan para Tim bersama dengan masyarakat terhabat disebabkan kodisi lokasi yang tidak memukinkan pasilitas Damkar berupa Mobil pemadam tidak bisa menjangkau lokasi titik api.
Sampai saat ini monitor perkembangan kebakaran masih dilaksanakan dan api masih menyala (MR/RM).
