Diduga Para Penerima BSM YPMI Di Pungut Biaya
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) di setiap sekolah adalah program nasional yang bertujuan untuk membantu siswa miskin memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak untuk mencegah putus sekolah.
Jadi program tersebut untuk menarik siswa miskin dapat terus bersekolah memenuhi kebutuhan pribadi siswa keluarga miskin agar dapat terus melangsungkan pendidikannya.
Melalui program pemerintah yaitu Bantuan Siswa Miskin (BSM) guna memenuhi kebutuhan masyarakat keluarga miskin akan mendapat layanan pendidikan pada semua jenjang pendidikan.
Namun sangat disayangkan, program BSM tersebut diduga menjadi lahan basah bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab guna keuntungan finansial di lingkungan dunia pendidikan.
Salah satunya pada pendidkan Yayasan Pendidikan Miftahul Irsyad (YPMI) yang ada di Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang diduga melakukan pungutan biaya sebesar Rp 200 – 300 Ribu pada setiap siswa penerima BSM.
Hal ini membuat siswa dan orang tua tanda tanya, salah seorang wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, kami sebagai orang tua murid sangat menyayangkan tindakan pungli yang dilakukan pihak yayasan.
“Kami berharap kepada pihak yang berkompeten sesegera mungkin mengusut dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yayasan yang melakukan pengutipan. Apalagi disaat pendemi Covid – 19 ini, padahal pemerintah begitu peduli untuk meringankan beban masyarakat dengan bantuan BSM, tapi pihak oknum yayasan malah seperti aji mumpung dengan bantuan tersebut,” pungkas wali murid.
Saat di konfirmasi wartawan yang diketahui sebagai Kepala Yayasan PMI berinsial Zulkifli Hasibuan melalui via ponsel perihal tentang hal itu, jumat (5/2/2021) mengatakan dengan singkat “Itu tidak ada,”ungkapnya.(MR/Azmi)
