oleh

BI Beberkan Perkembangan Stabilitas Nilai Rupiah

SHARE
49 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Untuk mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia menjekaskan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. 

Hal itu disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono melalui relis diterima metrorakyat.com, Minggu (24/1/2021).

Sebagai indikator dimaksud meruoakan nilai tukar rupiah terhadap inflasi. Untuk indikator tersebut yakni perkembangan nilai tukar Tanggal 18-21 Januari 2021, dimana rupiah dibuka di level (bid) Rp13.980 per dolar AS. Selanjutnya Yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun naik ke level 6,25%. DXY[1’ melemah ke level 90,10. Yield UST (US Treasury) Note[*’ 10 tahun naik ke level 1,106%.

“Kemudian Jumat, 22 Januari 2021 rupiah dibuka pada level (bid Rp14.010 per dolar AS.Yield SBN 10 tahun turun ke 6,22%,” terangnya.

Untuk aliran Modal Asing (Minggu III Januari 2021): Premi CDS (Credit Default Sw6§S)[3! Indonesia 5 tahun turun di 71,33 bps per 21 Januari 2021 dari 73,14 bps per 15 Januari 2021. Berdasarkan data transaksi 18-21 Januari 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp6,49 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp5,81 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp0,68 triliun.

“Dimana sesuai data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp16,00 triliun,” pungkasnya.

Kemudian untuk inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali.

“Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada Minggu III Januari 2021, perkembangan harga di bulan Januari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,37% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2021 secara tahun kalender sebesar 0,37% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,67 % (yoy),” ungkapnya.

Sementara penyumbang utama inflasi yaitu cabai rawit sebesar 0,10% (mtm), tempe dan tahu masing-masing sebesar 0,03% (mtm), cabai merah dan tarif angkutan antarkota.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” tutupnya.(MR/156).

Breaking News