Reses Masa Sidang Pertama Tahun ke 2, Dame Duma Sari Hutagalung Dibanjiri Warga
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelaksanaan kegiatan Reses masa Sidang Pertama Tahun Kedua Tahun Anggaran 2020, Dame Duma Sari Hutagalung, SE yang dilaksanakan di Jalan Bunga Kamboja I Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia, Senin (21/12/2020) dibanjiri warga masyarakat.
Antusias warga masyarakat yang mayoritas warga kelurahan Helvetia Tengah dan se Kecamatan Medan Helvetia selain untuk menyampaikan aspirasi mereka, juga ingin bertatap muka langsung dengan wakil rakyat dari pemilihan satu (1) kota Medan ini.
Pada pelaksanaan reses nya tersebut, juga dihadiri oleh kepala Puskesmas Helvetia, Julheri, Lurah Helvetia Tengah, Irwanta Ginting, Wawan Setiawan dari perwakilan dinas PU Kota Medan, Linda dari Perwakilan Dinas Sosial, Kepala lingkungan dan tokoh masyarakat setempat.
Pada kata pembukaannya, Dame Duma Sari Hutagalung mengatakan kepada warga masyarakat yang hadir, agar memanfaatkan sebaik-baiknya pelaksanaan Reses yang dilaksanakan olehnya, sebab, tujuan pelaksanaan Reses adalah selain untuk bersilahturahmi dengan masyarakat, anggota DPRD juga sekaligus menjemput aspirasi warga masyarakat yang mungkin selama ini tidak dapat tersampaikan langsung.
” Karena pada pelaksanaan reses, anggota DPRD ada membawa serta para SKPD aparatur pemerintah sehingga, apa yang menjadi keluhan dan aspirasi dari bapak dan ibu sekalian dapat langsung kami dengar dan akan ditindaklanjuti,” terang Duma.
Lurah Helvetia Tengah, Irwanta Ginting pada kata sambutanna berharap pelaksanaan reses yang dilaksanakan oleh wakil rakyat dari Dapil 1 kecamatan Medan Helvetia, Dame Duma Sari Hutagalung dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bagi kelurahan Helvetia Tengah.
” Sebab, kehadiran ibu Dame Duma Sari di tempat ini, maka harapan kita semua ada membawa perubahan bagi seluruh warga kelurahan Helvetia Tengah dan juga seluruh warga masyarakat di Kecamatan Medan Helvetia pada umumnya,” ujar Lurah Helvetia Tengah.
Kepala Puskesmas Helvetia, Julheri mengaku jika keberadaan Puskesmas Helvetia diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga masyarakat di kecamatan Medan Helvetia.
” Silahkan menginformasikan langsung kepada kami, bilamana ada pelayanan kami yang kurang berkenan kepada Bapak dan Ibu sekalian, agar kami dapat berubah dan semakin berbenah, sebab, Puskesmas Helvetia adalah bagian dari Pemko Medan juga,”ujar Julheri.
Pada sesi tanya jawab, Damani warga Jalan Gaperta Ujung kelurahan Tanjung Gusta mengeluhkan syarat-syarat yang dilakukan oleh Dinas Sosial dalam memberikan bantuan, hanya dengan melihat kondisi rumah tempat tinggal, apakah layak atau tidak. Sebagaimana diketahui, saat ini ada warga yang memang tinggal dirumah yang permanen, namun belum tentu itu adalah rumah miliknya.
” Ada warga yang karena tidak mampu menyewa, sementara tinggal dirumah orangtuanya, kondisi ekonominya juga pas-pas an, namun kenapa tidak bisa mendapat bantuan seperti KIP, BPJS Kesehatan, PKH, BLT dan lain sebagainya, padahal, warga tersebut layak menerima, namun hanya karena rumahnya tempat dia tinggal terlihat agar bagus, sehingga dikatakan tidak layak mendapatkan bantuan, inilah yang harus benar-benar menjadi masukan bagi Dinas Sosial kota Medan,” terangnya.
Kepala Lingkungan 10 Kelurahan Helvetia Tengah, Pak Hasibuan meminta agar lokasi lapangan diKamboja I dapat diaspal, karena saat ini terkesan kumuh dan kotor, sementara sering digunakan untuk berbagai kegiatan seperti reses dan sosper dewan, kegiatan posyandu, kegiatan tujuhbelasan, senam pagi Lansia dan lain sebagainya.
Linda dari perwakilan Dinas Sosial Medan menjawab pertanyaan warga terkait pendataan warga miskin dan kurang mampu penerima bantuan mengatakan jika saat ini program pendataan warga masyarakat kota Medan belum berjalan maksimal akibat kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang tahun, namun di tahun 2021, program pendataan akan dimaksimalkan.
” Kalau untuk mendaftar ke Dinas Sosial agar mendapat bantuan, Dinas Sosial tidak bisa menjamin, karena data penerima bantuan pemerintah itu langsung dari pusat. Dinas Sosial hanya menerima data masyarakat dan memasukkan nya ke basis data terpadu. Syaratnya hanya membawa Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk. Untuk Helvetia Tengah, jumlah penerima PKH saat ini sudah 1608 dari target 1700, ditahun 2021 akan dipenuhkan sesuai target yang sudah ditentukan,” bilangnya.
Lurah Helvetia Tengah, menimpali, jika saat ini masih banyak warga masyarakat yang kurang tertib beradministrasi sehingga ketika tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, warga tersebut mengeluh, namun dia tidak menyadari identitas mereka masih bukan warga domisili.
“Untuk itu, bagi warga yang sudah menetap di kota Medan atau dimanapun segeralah urus administrasi kependudukannya, agar dapat terdata. Sebab, saat ini semua sudah melalui sistem online dan gratis. Bila data administrasi kependudukannya lengkap, namun tidak mendapat bantuan (bagi warga miskin) ini akan kita upayakan,” kata Lurah.
Selain masalah bantuan dari pemerintah dan adminsitrasi penduduk, warga lainnya juga mempertanyakan permasalahan banjir, parit tersumbat dan jalan berlobang. Perwakilan dari Dinas PU kota Medan, Wawan Sertiawan mengatakan, untuk Tahun 2020 sudah banyak yang dikerjakan, dan bagi yang belum, kemungkinan akan dilaksanakan di Tahun 2021.
” Kami berharap, apa yang menjadi permasalahan seperti Jalan, drainase hendaknya disampaikan di reses saat ini agar dapat menjadi masukan bagi program kami kedepan,”ujarnya.
Diakhir pelaksanaan reses I sidang I Tahun 2 Tahun 2020, Dame Duma Sari Hutagalung tiba-tiba didatangi seorang warga penderita Tumor kulit. warga tersebut diketahui tidak memiliki identitas diri sebab sudah hilang pada saat dibantu temannya agar mendapatkan bantuan dari pemerintah. Melihat kondisi bapak yang memiliki penyakit tumor dibagian lengan kanannya, Dame Duma Sari Hutagalung merasa prihatin dan akan segera menindaklanjuti ke dinas kesehatan kota Medan.
“Saya tidak tahan melihatnya, katanya dia tidak punya data administrasi kependudukan lagi karena sudah hilang dibuat temannya, keluarganya juga sudah tidak ada lagi, dan dia saat ini tinggal menumpang di sekolah swasta yang ada di kelurahan Helvetia Tengah,”ujar Duma sambil mengatakan akan mencari solusi agar bapak penderita tumor tersebut dapat segera diberikan bantuan medis.(mr/wan)

