Reses Masa Sidang I Tahun ke 2, Dame Duma Sari Hutagalung Dihadiri Ratusan Warga
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pelaksanaan kegiatan Reses masa Sidang I Tahun II, Tahun Anggaran 2020, Dame Duma Sari Hutagalung, SE yang dilaksanakan di Jalan Pondok Surya Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (22/12/2020) dihadiri ratusan warga masyarakat.
Antusias warga masyarakat yang mayoritas warga kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, selain untuk menyampaikan aspirasi, mereka juga ingin bertatap muka langsung dengan wakil rakyat dari pemilihan satu (1) Kota Medan ini. Pada pelaksanaan Reses tersebut, juga dihadiri oleh kepala Puskesmas Helvetia, Dr. Yeni, Lurah Helvetia Timur yang diwakili , Wawan Setiawan Perwakilan Dinas PU Kota Medan, Puri N Sitepu Perwakilan Dinas Sosial, Kepala lingkungan dan tokoh masyarakat setempat.
Pada kata pembukaannya, Dame Duma Sari Hutagalung mengatakan kepada warga masyarakat yang hadir, agar memanfaatkan sebaik-baiknya pelaksanaan Reses yang dilaksanakan olehnya hari ini. Sebab, tujuan pelaksanaan Reses adalah, selain untuk bersilahturahmi dengan masyarakat, anggota DPRD juga menjemput aspirasi warga masyarakat yang mungkin selama ini tidak dapat tersampaikan langsung ke pemerintah.
“Karena pada pelaksanaan reses, anggota DPRD ada membawa serta para SKPD aparatur pemerintah. Sehingga, apa yang menjadi keluhan dan aspirasi dari bapak dan ibu sekalian dapat langsung didengar dan akan ditindaklanjuti,” kata Duma.
Lurah Helvetia Timur Teguh Sujatmiko yang diwakili Y H Siagian SE, pada kesempatan ini juga berharap, pelaksanaan reses yang dilaksanakan oleh wakil rakyat dari Dapil 1 kecamatan Medan Helvetia, Dame Duma Sari Hutagalung dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bagi kelurahan Helvetia Tengah.
“Harapan kita semua, dengan kegiatan Reses ini ada membawa perubahan bagi seluruh warga kelurahan Helvetia Timur dan juga seluruh warga masyarakat di Kecamatan Medan Helvetia umumnya. Kami akan melayani masyarakat dengan sebaik mungkin, dalam pengurusan surat menyurat,” ucap Siagian.
Sementara itu Dr. Reni perwakilan Puskesmas Helvetia, mengaku jika keberadaan Puskesmas Helvetia diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga masyarakat di kecamatan Medan Helvetia.
“Silahkan menginformasikan langsung kepada kami, bilamana ada pelayanan kami yang kurang berkenan kepada Bapak dan Ibu sekalian, agar kami dapat berubah dan semakin berbenah. Dan yang terpenting, kalau ada gejala Covid dialami anggota kelurga, segera bawa ke Puskesmas Helvetia. Mohon kerja samanya, agar bisa kita cegah penyebarannya,” ujarnya.
Pada sesi tanya jawab, R br Simajuntak warga Jalan Penampungan I mengeluhkan pembayaran air PDAM yang terlalu mahal bulan ini. Dan juga belum mendapat bantuan UKM dari pemerintah.
“Kebetulan karena belum punya uang, saya masih menunggak 3 bulan pembayaran, dari bulan Oktober sampai Desember ini. Nah pembayaran bulan Oktober itu saya cek tagihannya, nominal yang harus dibayar 1 juta rupiah. Padahal pemakaian pada bulan November biasa saja. Jadi saya bingung saat ini, dimana salahnya,” pungkasnya.
Menjawab pertanyaan ini, Duma mengatakan akan segera menindak lanjutinya dengan menyurati pihak Tirtanadi. Apa yang menjadi sebab, mahalnya harga air yang dibayar oleh masyarakat.
“Kita akan surati pihak Tirtanadi, dan akan menanyakan apa penyebabnya,” ucapnya.
Puri N Sitepu dari perwakilan Dinas Sosial Medan menjawab pertanyaan warga terkait pendataan warga miskin dan kurang mampu penerima bantuan mengatakan jika saat ini program pendataan warga masyarakat kota Medan belum berjalan maksimal akibat kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang tahun, namun di tahun 2021, program pendataan akan dimaksimalkan.
“Kalau untuk mendaftar ke Dinas Sosial agar mendapat bantuan, Dinas Sosial tidak bisa menjamin. Karena data penerima bantuan pemerintah itu langsung dari pusat. Dinas Sosial hanya menerima data masyarakat dan memasukkan nya ke basis data terpadu. Syaratnya hanya membawa Foto Copy Kartu Keluarga dan Foto Copy Kartu Tanda Penduduk. Untuk Helvetia Timur, jumlah penerima PKH saat ini sudah 1608 dari target 1700, ditahun 2021 akan dipenuhkan sesuai target yang sudah ditentukan,” bilangnya.
Y H Siagian, menimpali, jika saat ini masih banyak warga masyarakat yang kurang tertib beradministrasi sehingga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, warga tersebut mengeluh, namun dia tidak menyadari identitas mereka masih bukan warga domisili.
“Untuk itu, bagi warga yang sudah menetap di kota Medan atau dimanapun segeralah urus administrasi kependudukannya, agar dapat terdata. Sebab, saat ini semua sudah melalui sistem online dan gratis. Bila data administrasi kependudukannya lengkap, namun tidak mendapat bantuan (bagi warga miskin) ini akan kita bantu fan mengupayakannya,” kata Siagian.
Selain masalah bantuan dari pemerintah dan adminsitrasi penduduk, warga lainnya juga mempertanyakan permasalahan banjir, parit tersumbat dan jalan berlobang.
Perwakilan dari Dinas PU kota Medan, Wawan Setiawan mengatakan, untuk Tahun 2020 sudah banyak yang dikerjakan, dan bagi yang belum, kemungkinan akan dilaksanakan di Tahun 2021.
“Kami berharap, apa yang menjadi permasalahan seperti Jalan, drainase hendaknya disampaikan di reses saat ini agar dapat menjadi masukan bagi program kami kedepan,” ujarnya.
Diakhir pelaksanaan reses I sidang I Tahun 2 Tahun 2020, Dame Duma Sari Hutagalung memberikan seminar kit kepada para tamu undangan dengan tertib.(mr/wan)

